2,5 Ton Insektisida dari Gudang Terbakar Diduga Cemari Sungai Cisadane
Kebakaran gudang distributor insektisida di kawasan Pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, diduga menyebabkan tumpahan sekitar 2,5 ton racun pembasmi hama yang mencemari lingkungan, termasuk aliran Sungai Cisadane.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan, Omay Komarudin, mengatakan zat kimia tersebut hanyut ke saluran drainase saat proses pemadaman berlangsung, sebelum akhirnya bermuara ke Sungai Cisadane.
Menurut Omay, sistem drainase di kawasan pergudangan tersebut terhubung langsung dengan aliran sungai, sehingga sisa limbah kebakaran dengan cepat masuk ke aliran air.
"Kurang lebih ada lima ton insektisida pembasmi hama. Sebagian kemasan pecah dan mencemari lingkungan. Limbah dari botol yang pecah itu kemudian mengalir ke Kali Jaletreng," kata Omay di lokasi kejadian, Selasa (10/2).
Dampak pencemaran diduga mulai dirasakan di wilayah hilir. Sejumlah warga melaporkan ikan-ikan berukuran kecil hingga besar terlihat mabuk dan mengambang di kawasan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, kemarin.
Ikan-ikan tersebut tampak berwarna pucat dan diduga terdampak racun hama yang terbawa aliran air pascakebakaran gudang insektisida di Taman Tekno. Kondisi itu membuat warga berbondong-bondong mendatangi bantaran Sungai Cisadane untuk menangkap ikan yang mabuk.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait hasil uji kualitas air sungai maupun langkah penanganan lanjutan dari instansi terkait.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan Deni Danial belum memberikan pernyataan meski telah dihubungi.
(fra/arl/fra)