Sungai Cisadane Tercemar Kimia, Air Bersih Dikirim Pakai Truk Tangki

CNN Indonesia
Selasa, 10 Feb 2026 16:00 WIB
Kebakaran gudang pestisida di Tangerang Selatan mencemari Sungai Cisadane, menghentikan pasokan air PDAM. Air bersih disuplai menggunakan truk tangki.
Kebakaran gudang bahan kimia di kawasan Taman Tekno, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin (9/2), mengakibatkan pencemaran lingkungan. Zat kimia insektisida dari gudang tersebut mencemari Sungai Cisadane. (CNN Indonesia/Dodi Wahyudi)
Tangerang, CNN Indonesia --

Kebakaran gudang bahan kimia di kawasan Taman Tekno, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin (9/2), mengakibatkan pencemaran lingkungan. Zat kimia insektisida dari gudang tersebut mencemari Sungai Cisadane.

Sungai Cisadane merupakan air baku dari perusahaan daerah air minum (PDAM) di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Insiden ini membuat PDAM menghentikan penyalurannya ke pelanggan.

Untuk mengantisipasi kelangkaan air bersih, PDAM menyalurkan air bersih dengan menggunakan truk tangki ke sejumlah pemukiman warga di bantaran Sungai Cisadane.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti yang terjadi di Kampung Berkelir, Babakan, Kota Tangerang, sebuah truk tangki diserbu warga yang antre air bersih setelah sejak semalam tidak mendapatkan pasokan air bersih karena dihentikan.

Sri Hastuti, salah seorang warga mengaku sejak semalam air di rumahnya tidak keluar karena penyalurannya disetop pihak PDAM.

"Iya dari semalam gak keluar air, jadi susah buat beraktivitas, " ujarnya.

Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, Dody Effendi mengatakan kebakaran gudang bahan kimia membuat air baku Sungai Cisadane tercemar bahan kimia.

Dody menyebut air sungai sempat mengeluarkan bau tak sedap hingga memicu ikan-ikan mati mendadak.

"Kebakaran gudang bahan kimia itu membuat air baku Sungai Cisadane tercemar limbah kimia, ditandai dengan adanya bau tidak sedap, kandungan minyak, serta matinya ikan-ikan secara mendadak. Sempat seluruh operasi kami hentikan pada 22.30 WIB sampai pukul 05.00 WIB," ujar Dody berdasarkan keterangan tertulis, Selasa (10/2).

Menurut Dody, air baku yang digunakan PDAM Tirta Benteng tidak didistribusikan secara langsung, melainkan diolah melalui proses pengolahan fisik dan kimia serta desinfeksi sesuai standar teknis pengolahan air minum.

Saat ini, pihaknya terus melakukan pemantauan kualitas air secara berkala dan tetap mengupayakan agar sesuai standar yang berlaku.

"Kami imbau kepada pelanggan agar sebaiknya dapat menghindari pemakaian air selain daripada MCK (Mandi, Cuci, Kakus) sebagai tindakan pencegahan," jelas Dody.

Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana menambahkan, hasil pemantauan menunjukkan pada pukul 00.00 WIB, air sudah tidak lagi terindikasi cemaran bahan kimia maupun berbau.

Sebagai langkah pengamanan, seluruh air yang tercemar dibuang ke aliran laut, kemudian dilakukan pengisian ulang dengan air baku yang memenuhi standar kualitas.

"Proses distribusi kembali dimulai secara bertahap sejak pukul 05.00 WIB ke jaringan pipa utama," kata Joko.

Menurut Joko, seluruh air yang kini kembali tersalurkan telah melalui proses pengawasan dan dipastikan tidak tercemar secara fisika maupun kimia.

"Kami memastikan air yang saat ini diterima pelanggan dalam kondisi aman dan layak digunakan. Dipastikan tidak tercemar fisika maupun kimia," kata Joko.

(fra/dod/fra)


[Gambas:Video CNN]