Pramono Minta Pelajar Lempar Air Keras di Jakpus Ditindak Tegas

CNN Indonesia
Selasa, 10 Feb 2026 20:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pelajar yang melakukan pelemparan air keras di Jakarta Pusat ditindak tegas.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pelajar yang melakukan pelemparan air keras di Jakarta Pusat ditindak tegas. (CNN Indonesia/Nattasya Amani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak ada toleransi terhadap aksi kekerasan kasus pelemparan air keras yang melibatkan tiga pelajar.

"Enggak ada kompromi untuk itu," ujar Pramono di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/2) pagi.

Pramono mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kekerasan dan meminta pelaku agar ditindak tegas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Siapapun yang melakukan tindakan itu, itu sudah tindakan kekerasan, saya minta untuk diambil tindakan tegas," tuturnya.

Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan aksi penyiraman cairan diduga air keras terhadap seorang pelajar viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, pada Jumat (6/2) sekitar pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan rekaman yang beredar dan dilihat pada Minggu (8/2), tampak tiga pelajar menggunakan seragam sekolah berboncengan menggunakan sepeda motor.

Ketiganya sempat berhenti di pinggir jalan sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Polisi mengungkapkan para pelajar yang menyiram air keras mengaku memilih korban secara random.

"(Mereka) enggak (saling kenal). Jadi keterangannya itu hanya random aja," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan, Senin (9/2).

Roby mengatakan, menurut pengakuan pelaku, mereka melakukan penyiraman secara spontan karena takut diserang lebih dulu.

"Mereka itu ngelihat anak-anak sekolah lain di seberang jalan, langsung kalau alasannya sih. Kebiasaannya kalau begitu takutnya mereka yang diserang, mereka menyerang duluan. Intinya sih mereka berperilaku agresif duluan. Korbannya random," tutur dia.

Namun, Roby mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut. Tambahnya, pelaku masih diperiksa intensif oleh penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat.

"Hasil pemeriksaannya belum selesai, kalau bukti-bukti cukup, dua alat bukti permulaan cukup, kemungkinan kita tetap tahan ya, tapi ini lagi perlengkapan, lagi perlengkapan prabukti dulu," ungkap Roby.

(nat/isn)


[Gambas:Video CNN]