Fakta-fakta Pesawat Smart Air Ditembak di Papua

CNN Indonesia
Kamis, 12 Feb 2026 07:19 WIB
Pesawat Cessna PK-SNR milik PT Smart Air Aviation rute Tanah Merah-Danawage/Koroway Batu ditembaki. ( Tangakapan layar facebook Smart Aviation)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pesawat Cessna PK-SNR milik PT Smart Air Aviation rute Tanah Merah-Danawage/Koroway Batu dilaporkan ditembak di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2).

Kabiro Humas dan Data Kemenko Polkam Kolonel Inf Honi Havana membenarkan laporan itu.

"Kemenkopolkam sudah mendapatkan info awal, sedang dilaksanakan pengecekan lebih lanjut, menunggu info yang lebih detail dari Satuan Kewilayahan setempat," kata Honi saat dikonfirmasi.

Polda Papua dan Satgas Operasi Damai Cartenz terjun ke lokasi penembakan di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan.

Wakapolda Papua yang juga Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani terjun langsung memimpin tim ke lokasi penembakan.

"Sehubungan dengan kejadian tersebut, Polda Papua telah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz dan akan mengirimkan tim yang akan dipimpin oleh Bapak Wakapolda Papua," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito kepada wartawan, Rabu (11/2)

Cahyo mengatakan insiden penembakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.00 WIT di Bandara Korowai Batu, Distrik Kombai.

Ia menjelaskan pesawat itu berangkat dari Bandara Tanah Merah pukul 10.35 WIT. Namun, saat mendarat di Bandara Korowai Batu, pesawat mendapat serangan dari arah hutan samping areal bandara.

Berikut CNNIndonesia.com rangkum fakta-fakta mengenai peristiwa tersebut:

Pilot dan kopilot tewas

Insiden penembakan ini meregang nyawa pilot dan kopilot yang menerbangkan pesawat. Selang beberapa jam, pilot dan kopilot itu masing-masing, Capt. Egon E dan Capt. Baskoro dinyatakan meninggal dunia.

"Pada pukul 13.27 waktu Indonesia Timur, Polres Boven Digoel telah mendapat informasi adanya korban jiwa akibat penyerangan yaitu dua orang yang diduga adalah pilot dan kopilot," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito.

Sebelum meninggal dunia, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyebut mereka sempat mengirim pesan darurat lewat perangkat GPS. Ia mengatakan pesan dikirim sesaat usai pesawat berhasil mendarat sekitar pukul 11.05 WIB. Ketika itu, pesawat langsung ditembaki dari arah hutan.

Isir menyebut seluruh penumpang pesawat beserta pilot dan kopilot langsung turun dan berusaha menyelamatkan diri dari timah panas. Sementara itu, Brigjen Faizal Ramadhani menjelaskan pilot dan kopilot yang berusaha menyusul penumpang masih terus ditembaki para pelaku.

Seluruh penumpang selamat

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyebut total 13 orang penumpang termasuk 1 balita berhasil selamat dan melarikan diri ke arah hutan di samping area bandara.

"Info lapangan, semua penumpang dalam keadaan selamat: 13 penumpang termasuk satu balita," ujarnya.

Diserang dari samping

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito menyebut pesawat itu diserang dari sisi samping bandara sesaat setelah mendarat.

Bersamaan dengan roda pesawat menyentuh landasan, tembakan peluru datang dari arah hutan. Situasi menjadi kacau. Pilot, co-pilot, dan penumpang berhamburan dan berusaha menyelamatkan diri.

"Pada saat mendarat mendapat penyerangan berupa penembakan ke arah pesawat dari arah hutan samping areal bandara," kata Cahyo.

(mnf/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK