Bandara Koroway Ditutup Usai Penembakan Pesawat Smart Air

CNN Indonesia
Kamis, 12 Feb 2026 15:06 WIB
Bandara Koroway Batu ditutup hingga situasi dinyatakan sepenuhnya aman usai penembakan pesawat Smart Air.
Korban tewas penembakan pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan. (Dok Satgas Damai Cartenz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil menguasai kembali Bandara Koroway Batu, Boven Digoel di Papua Selatan, pada Kamis (12/2).

Kendati demikian, operasional bandara dihentikan hingga situasi dinyatakan sepenuhnya aman, usai insiden penembakan pesawat Smart Air.

Kasatgas Operasi Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani menyebut tim gabungan telah berjaga di lokasi sejak pukul 06.00 WIT. Ia menyebut pengamanan juga diperluas pasca insiden penembakan pesawat Smart Air pada Rabu (11/2) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan jenazah Egon Erawan dan Baskoro Adi Anggoro yang merupakan pilot dan kopilot pesawat itu telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Timika untuk di autopsi.

"Sejak pagi personel kami sudah berhasil mengamankan area bandara dan mengevakuasi kedua korban ke Timika. Keselamatan masyarakat dan stabilitas wilayah menjadi prioritas utama kami," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan imbas kejadian penembakan, 39 warga sekitar bandara sempat mengungsi ke daerah Senggo karena ketakutan. Selain itu, penerbangan dari Tanah Merah menuju Bandara Koroway Batu dihentikan hingga situasi dinyatakan sepenuhnya aman.

"Setelah area kami amankan dan situasi dinyatakan kondusif, kami berharap warga yang mengungsi dapat kembali dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan seperti biasa," jelasnya.

Lebih lanjut, Faizal mengatakan saat ini petugas masih memburu KKB yang diduga melakukan penembakan. KKB tersebut diduga berasal dari Yahukimo yang dikenal dengan sebutan Batalyon Kanibal dan Batalyon Semut Merah pimpinan Elkius Kobak.

"Saat ini penyelidikan dan penegakan hukum terus berjalan secara terukur dan profesional. Aparat menegaskan bahwa negara hadir bukan hanya untuk menindak, tetapi juga untuk melindungi dan memulihkan rasa aman masyarakat," jelasnya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito menyebut pesawat Cessna dengan nomor registrasi PK-SNR tersebut terbang dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.35 WIT dengan tujuan Koroway Batu.

Setibanya di lokasi tujuan, kata dia, pesawat yang diawaki oleh Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro ditembaki kelompok tak dikenal.

"Sekitar Pukul 11.00 WIT, Polres Boven Digoel telah menerima informasi dari kantor Bandara Tanah Merah di, bahwa telah terjadi penembakan di Bandara Koroway Batu," tuturnya.

Ia menjelaskan aksi penembakan terjadi dari arah hutan samping area Bandara Koroway Batu. Cahyo menyebut kedua Pilot dan Kopilot pesawat tersebut dipastikan tewas dalam insiden penembakan.

"Pada pukul 13.27 WIT, Polres Boven Digoel mendapat informasi adanya korban jiwa akibat penyerangan yaitu dua orang yang diduga adalah Pilot dan Kopilot," jelasnya.

(tfq/isn)


[Gambas:Video CNN]