Tempat Hiburan Malam-Panti Pijat di Makassar Ditutup Selama Ramadan

CNN Indonesia
Selasa, 17 Feb 2026 17:50 WIB
Pemerintah Kota Makassar tutup sementara tempat hiburan selama Ramadan dan Nyepi. Kebijakan ini untuk menjaga nilai-nilai keagamaan dan ketertiban sosial.
Pemerintah Kota Makassar menerbitkan surat edaran penutupan sementara tempat hiburan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijiriah dan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Ilustrasi (Dok. Fabric)
Makassar, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota Makassar menerbitkan surat edaran penutupan sementara tempat hiburan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijiriah dan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2026 tentang penutupan sementara tempat hiburan ditujukan kepada seluruh pengelola atau pengusaha karaoke, rumah bernyanyi keluarga, serta panti pijat atau refleksi yang beroperasi di wilayah Kota Makassar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Soal Ramadan kita tutup THM, saya pastikan itu akan kami keluarkan edaran untuk memastikan itu, jangan dibuka THM-nya," kata Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Selasa (17/2).

Munafri menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas dan nilai-nilai keagamaan serta ketertiban sosial di tengah masyarakat.

"Ini akan berjalan sesuai jadwal yang dikeluarkan oleh teman-teman di Kesra bersama camat dan lurah yang baru," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Ahmad Hendra mengatakan momentum Ramadan dan Nyepi merupakan ruang refleksi, pengendalian diri, serta penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual dan kebhinekaan yang menjadi kekuatan Kota Makassar.

"Kepatuhan pengelola tempat hiburan bukan hanya bentuk ketaatan terhadap regulasi, tetapi juga kontribusi nyata dalam menjaga harmoni sosial dan ketertiban umum, sehingga ditutup sementara," kata Munafri.

Kebijakan ini, kata Hendra, bukan sekadar penegakan aturan administratif, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha pariwisata, untuk menjaga suasana kondusif selama momen keagamaan berlangsung.

"Kita ingin memastikan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tumbuh secara beretika, menghormati norma sosial, serta memperkuat citra Makassar sebagai destinasi yang berkelas dan beradab," katanya.

Hendra menyebut sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan serta budaya lokal.

"Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis suasana Ramadan dan peringatan Nyepi tahun ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan, sekaligus tetap menjaga kepercayaan publik terhadap iklim usaha pariwisata di Kota Makassar," ujarnya.

(fra/mir/fra)


[Gambas:Video CNN]