Menag Harap Perbedaan Awal Ramadan Tak Membuat Perpecahan

CNN Indonesia
Selasa, 17 Feb 2026 20:09 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap perbedaan awal Ramadan 1447 H tidak merusak persatuan dan kesatuan antarumat Islam di Indonesia. (Youtube/Kemenag RI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap perbedaan awal Ramadan 1447 H tidak merusak persatuan dan kesatuan antarumat Islam di Indonesia.

"Seandainya ada di antara umat Islam yang mungkin akan melakukan hal yang berbeda, sesuai kami mengimbau pada seluruh masyarakat, mari perbedaan tidak menyebabkan berpisah atau dalam arti negatif," kata Nasaruddin dalam Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan 1447 H di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2).

Menurutnya di Indonesia kerap terjadi perbedaan penentuan awal Ramadan, namun hal itu tak membuat perpecahan sesama Muslim.

"Di Indonesia sudah berpengalaman berbeda tapi tetap utuh dalam kesatuan yang indah," ungkapnya.

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis (19/2).

Hal itu lantaran secara rukyatul hilal atau pemantauan hilal di 96 titik di Indonesia, posisi hilal tidak terlihat.

Kemudian secara hisab atau perhitungan, posisi hilal masih negatif atau posisi bulan di bawah ufuk.

"Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya hilal yang terlihat disepakati 1 Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026," kata Nasaruddin.

Terdapat perbedaan 1 Ramadan 1447 Hijriah pada tahun ini antara pemerintah dengan Muhammadiyah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan1 Ramadan 1447 Hijriah akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 besok.

Muhammadiyah secara resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari M sebagaimana tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 serta penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid Nomor 01/MLM/I.1/B/2025.

Penetapan ini menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai metode baru yang kini menjadi acuan resmi Muhammadiyah. Ini menggantikan metode wujudul hilal yang sebelumnya digunakan.

Implementasi KHGT mensyaratkan keterpaduan tiga unsur utama yang dikenal sebagai Prinsip, Syarat, dan Parameter (PSP).

Salah satu parameter pentingnya ialah terpenuhinya posisi hilal setelah ijtimak dengan ketinggian minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat di mana saja di permukaan bumi, bukan terbatas pada wilayah tertentu.

(isa/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK