139 Orang Masih Hilang Imbas Banjir Sumatra, 12 Ribu Masih Mengungsi
Menteri dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap sebanyak 139 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana banjir dan longsor Sumatra pada akhir November 2025 lalu.
Data itu disampaikan Tito selaku Kepala Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra unsur pemerintah, dalam rapat koordinasi dengan Satgas Pemulihan Pasca Bencana dari DPR, Rabu (18/2).
Pada kesempatan itu, Tito turut melaporkan korban meninggal dunia akibat bencana itu yang kini tembus sebanyak 1.205 dan jumlah pengungsi di tenda yang tersisa 12.994 orang.
"Yang meninggal dunia, dalam data kita adalah 1.205 orang, dan yang hilang 139 orang, dan pengungsi juga tadinya 2 juta lebih sekarang menjadi lebih kurang 12.994 orang yang ada di tenda," ujar Tito dalam rapat.
Tito merinci, dari total 139 korban hilang, sebanyak 70 di antaranya berasal dari Sumatera Barat, 40 di Sumatera Utara, dan 29 korban dari Aceh.
Sedangkan, untuk korban meninggal dunia, dari total 1.205, sebanyak 267 berasal dari Sumatera Barat, 376 dari Sumatera Utara, dan 562 dari Aceh. Dan untuk jumlah pengungsi, jumlah terbanyak saat ini berada di Provinsi Aceh, tepatnya di Aceh Utara sebanyak 12.144 orang.
Sisanya, sebanyak 5.197 orang tersebar di Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireun, Gayo Lues, Lhokseumawe, dan Nagan Raya. Lalu, ada 850 pengungsi di Sumatra Utara.
"Untuk Sumbar pengungsi dalam catatan kami dan kami cek seluruh kepala daerah yang ada itu sudah nol, tidak ada lagi yang tinggal di tenda," ujar Tito.
(thr/gil)