Menag Minta Rp702 M untuk Madrasah-Pesantren Terdampak Banjir Sumatra
Kementerian Agama (Kemenag) minta alokasi khusus untuk pembangunan ratusan madrasah, rumah ibadah, dan pesantren yang rusak atau lenyap akibat bencana banjir dan longsor di Sumatra akhir November 2025 lalu.
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengatakan usulan itu telah disampaikan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), namun belum mendapat persetujuan.
"Kami usulkan ke Pak Mensesneg itu Rp702,90 miliar, tapi belum mendapatkan persetujuan Mensesneg," kata Nasaruddin dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Bencana Banjir Sumatra di DPR, Rabu (18/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasaruddin merinci, dari total usulan anggaran itu, sebanyak Rp228 miliar akan digunakan untuk revitalisasi 122 dari total 773 madrasah yang terdampak banjir. Saat ini, kata dia, sebanyak 651 atau 84 persen sisanya telah beroperasi.
Kemudian, Rp144,64 miliar akan digunakan untuk mengaktifkan 290 dari 1.174 pesantren yang belum beroperasi. Dan, Rp117 miliar untuk merevitalisasi 35 unit dari 1.593 rumah ibadah yang terdampak akibat banjir.
"Rumah ibadah yang terdampak 1.593, yang sudah operasional 1.558 atau 97 persen. Jadi tinggal 35 unit dan dana yang dibutuhkan adalah Rp117 miliar," katanya.
Berdasarkan data Kemenag, Nasaruddin menyebutkan pihaknya telah melakukan klasifikasi kerusakan mulai ringan hingga berat. Misalnya untuk madrasah, dari total 773 yang terdampak, mayoritas merupakan rusak ringan. Sisanya, rusak sedang dan berat.
"Maka dari itu kami sangat tergantung dengan dana yang kami usulkan ke Pak Mensesneg tadi ya," katanya.
[Gambas:Video CNN]

