Wamen Stella: Beasiswa dari Negara adalah Utang Budi

CNN Indonesia
Senin, 23 Feb 2026 04:30 WIB
Wamendiktisaintek Stella Christie menegaskan bahwa setiap penerima beasiswa dari negara adalah utang budi.
Wamendiktisaintek Stella Christie merespons ucapan viral alumni penerima beasiswa LPDP. (CNN Indonesia/Tunggul)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wamendiktisaintek Stella Christie menegaskan bahwa setiap penerima beasiswa dari negara adalah utang budi.

Pernyataan tegas itu disampaikan Wamen Stella untuk merespons ucapan alumni penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang menyatakan 'cukup saya WNI, anak jangan' yang belakangan viral di media sosial.

Wamen Stella mengatakan dirinya pernah dikecam netizen karena mengimbau bahwa dana beasiswa yang diterima setiap warga adalah utang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pernah dikecam netizen ketika mengimbau penerima beasiswa S1 luar negeri Kemdiktisaintek bahwa beasiswa adalah utang," kata Stella seperti dikutip detikcom, Minggu (22/2).

"Namun kenyataannya memang demikian: setiap beasiswa dari negara adalah utang budi," ucap Stella menegaskan.

Stella mengatakan penerima beasiswa seharusnya melihat kesempatan itu sebagai amanah, bukan sekedar fasilitas belaka.

"Pembatasan yang berlebihan justru berpotensi menumbuhkan sikap sinis: penerima beasiswa menjadi kurang bersyukur kepada negara dan sibuk mencari celah untuk menghindari kewajiban," ucapnya.

Stella mencontohkan sejumlah ilmuwan diaspora Indonesia yang memberikan sumbangsih untuk negara.

"Contoh-contoh baik ini perlu disorot Prof. Vivi Kashim di Tiongkok, Prof. Sastia Putri di Jepang, Prof. Haryadi di Amerika Serikat dan masih banyak lagi. Semoga kita terbuka bahwasanya memberi kembali kepada negara memiliki banyak bentuk," ujar dia.

Belakangan video yang diunggah akun Instagram @sasetyaningtyas viral di media sosial.

Ia mengunggah video tengah membuka sebuah paket yang sudah dinantikan. Paket itu berisikan selembar surat pernyataan dari Home Office Inggris soal anak keduanya yang resmi menjadi warga negara Inggris.

Perempuan itu juga memperlihatkan paspor Inggris yang datang bersamaan dengan surat tersebut.

"I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujar dia dalam video.

Buntut pernyataannya itu, penerima beasiswa LPDP inisial DS itu pun meminta maaf.

Ia mengunggah klarifikasi dan permohonan maaf pada Jumat (20/2) seraya mengakui pernyataannya itu keliru dan tidak tepat.

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik," ujarnya.

(mnf/mnf/rhr)