Gigi Patah Dihajar Aparat, Petugas SPBU Kini Kesulitan Buka Puasa
Gigi seorang operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim), Abud Mahmudin (28) patah akibat dihajar oleh pelaku yang diduga aparat.
"Gigi saya patah jadi setengah doang, tidak rata. Berdarah karena sarafnya kena, pas dihajar bagian pipi," kata Abud saat ditemui di SPBU 3413901 Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa.
Pria yang telah bekerja sekitar empat tahun sebagai operator SPBU itu mengaku tidak mengetahui secara pasti awal mula keributan yang terjadi di lokasi kerjanya.
Saat peristiwa itu berlangsung, dia hanya berniat melihat situasi karena mendengar kegaduhan di area depan SPBU.
"Saya tidak tahu awalnya gimana. Niatnya cuma mau tahu aja, kayak kepo doang karena ada kerusuhan. Namanya juga di lingkungan kerja," ujar Abud.
Menurut dia, saat itu rekannya lebih dulu terlibat cekcok dan sempat ditampar oleh pelaku.
Melihat rekannya dipukul, Abud refleks mendekat. Namun, dia mengaku tidak ikut berbicara ataupun terlibat dalam perdebatan.
"Saya cuma lihat doang, tidak ngomong sama sekali. Tapi malah saya yang ditandain," ucap Abud.
Dia menyebutkan pelaku sempat menunjuk-nunjuk ke arahnya sebelum melayangkan pukulan. Pukulan pertama mengenai bagian mata hingga membuatnya pusing dan kebingungan.
"Pertama kena di mata, ditonjok. Saya agak pusing juga," ujar Abud.
Tak berhenti di situ, pelaku kembali menghampirinya dan memukul bagian pipi serta area atas belakang telinga. Pukulan tersebut berdampak serius pada bagian mulut korban.
"Semakin sakit, apalagi gigi saya sampai patah," ucap Abud.
Akibat luka tersebut, dia mengaku kesulitan makan dan berbicara. Bahkan saat berbuka puasa, dia merasakan nyeri yang cukup mengganggu.
"Susah makan. Buka puasa juga susah. Ngomong aja masih ngilu," kata Abud.
Dia pun mengaku sudah menjalani visum pada Senin (22/2) sekitar pukul 14.00 WIB di RS Polri Kramat Jati. Setelah divisum, dia pergi ke rumah sakit lain untuk menjalani perawatan medis.
Polda Metro Jaya tengah mendalami dugaan penganiayaan terhadap tiga pegawai SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur oleh aparat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan dalam pendalaman ini pihaknya juga mendalami sosok aparat yang diduga sebagai pelaku.
"Polres Jaktim dan Ditreskrimum PMJ sedang mendalami kejadian tersebut dan orang yang mengaku aparat," kata Budi kepada wartawan, Selasa (24/2).
Terpisah, Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Radjo Alriadi Harahap menyebut pihaknya juga ikut turun melakukan pendalaman lantaran ada dugaan keterlibatan aparat.
"Masih kami dalami dengan Reskrim Polrestro Jaktim terhadap pelaku pemukulan dimaksud," ucap dia.
Dalam kejadian ini, tiga pegawai SPBU diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum aparat.
Kejadian berlangsung pada Minggu (22/2) malam sekitar pukul 22.00 WIB itu. Ketiga korban itu adalah satu staf dan dua operator.
Ketiga korban tersebut, yaitu Ahmad Khoirul Anam yang telah bekerja sekitar lima tahun sebagai staf, Lukmanul Hakim operator yang baru enam bulan bekerja setelah lulus SMK dan Abud Mahmudin operator dengan masa kerja sekitar empat tahun.
Khoirul Anam terkena tamparan di pipi, Lukman dipukul di rahang sebelah kanan, sementara Abud dipukul di bawah mata dan di pipi dekat mulut hingga giginya copot.
Pemilik SPBU 3413901 Ernesta mengaku sudah melaporkan langsung kejadian penganiayaan terhadap pegawainya itu ke Polsek Pulogadung.
"Kami sudah laporkan juga ke Polsek Pulo Gadung seberang SPBU, dan pegawai-pegawai saya yang luka-luka juga sudah divisum," kata Ernesta saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (23/2).
Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya juga diketahui sudah mendatangi SPBU 3413901 yang berlokasi di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, terkait kasus penganiayaan tersebut.
(antara/dis/gil)