Bripda DP Tewas Dianiaya Senior, Keluarga Desak Hukuman Seumur Hidup

CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 05:30 WIB
Keluarga Bripda DP yang tewas akibat kekerasan meminta keadilan. Mereka mendesak penyelidikan transparan dan hukuman berat bagi tersangka.
Ilustrasi. Polisi di Sulsel tewas usai dianiaya senior. (iStockphoto/Herwin Bahar)
Makassar, CNN Indonesia --

Keluarga Bripda DP (19) yang tewas usai dianiaya seniornya di asrama Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) meminta agar kasus tersebut diusut secara transparan dan mendesak tersangka dijatuhi hukuman pemecatan dengan tidak hormat atau PTDH.

"Kami meminta penegakan hukum secara transparan. Kalau bisa pelaku dihukum seumur hidup dan PTDH, itulah harapan kami selaku orangtua dan keluarga korban," kata ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, Selasa (24/2).

Dalam penyelidikan kasus tersebut, penyidik Polda Sulsel telah menetapkan Bripda P sebagai tersangka. Pihak keluarga menyambut baik adanya tersangka yang menewaskan Bripda DP yang merupakan Bintara lulusan 2025 tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sangat bersyukur Propam dan penyidik Polda Sulsel sudah menetapkan satu tersangka terhadap penganiayaan anak kami Bripda Dirja Pratama," ungkapnya.

Meski telah ada yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut, Jabir meminta pihak kepolisian tetap mengusut tuntas orang-orang yang terlibat.

"Kami sebagai orangtua meminta kepada penyidik agar transparan dan mengungkap lebih dalam, tidak berhenti pada satu tersangka saja," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menuturkan bahwa dugaan penyebab kematian Bripda DP (19) akibat membenturkan kepalanya sendiri setelah menerima laporan awal.

"Laporan awal yang kami terima yang bersangkutan meninggal, membentur-benturkan kepala. Itu pertama kami mendengar laporan," kata Djuhandhani di Polres Pinrang, Senin (23/2).

Korban sempat dibawa ke rumah sakit oleh sejumlah rekannya, setelah mengalami tindakan kekerasan dari seniornya di barak Samapta Polda Sulsel. Namun, nyawa korban tidak dapat tertolong.

"(Korban dibawa ke rumah sakit) masih dalam keadaan sadar," jelasnya.

Sementara itu polisi telah menetapkan satu senior korban, Bripda P sebagai tersangka terkait dugaan penganiayaan Bripda DP.

"Kita juga masih melakukan pemeriksaan terhadap 5 anggota ini, ada teman satu angkatan korban, dia tidak melaporkan dan berusaha mengaburkan," ungkapnya.

Meski demikian, Djuhandhani mengaku belum mengetahui pasti motif dari tindakan kekerasan di dalam barak Samapta Polda Sulsel.

"Motifnya masih kita lakukan penyelidikan dan kita berusaha menjawab pertanyaan publik terkait kasus ini dengan menetapkan satu senior korban sebagai tersangka, Bripda DP," pungkasnya.

(mir/dal)


[Gambas:Video CNN]