Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Penculikan WN Ukraina di Bali

CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 08:49 WIB
Polda Bali memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan penculikan WNA Ukraina, Ihor Komarav. Polisi berupaya mengungkap kasus dan menyelamatkan korban.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, Kamis (23/10). (Foto: CNN Indonesia/Kadafi)
Denpasar, CNN Indonesia --

Polda Bali telah memeriksa 10 orang saksi dalam kasus dugaan penculikan terhadap Warga Negara Asing (WNA) Ukraina bernama Ihor Komarav (28).

"Ada sekitar kurang lebih 10 saksi yang sudah kita periksa, termasuk alat-alat bukti yang sudah kita amankan," ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy di Mapolda Bali, Selasa (24/2) sore.

Ariasandy menuturkan dugaan penculikan ini telah dilaporkan oleh rekan korban pada Minggu (15/2), di Polsek Kuta Selatan. Kini kasusnya ditangani oleh tim Polresta Denpasar, Polsek Kuta Selatan, dengan bantuan Polda Bali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah turun ke lapangan. Sudah melakukan langkah-langkah penyelidikan, mengumpulkan alat bukti dan segala macam. Intinya, tim kita sudah bekerja, mudah-mudahan waktu yang tidak begitu lama kita bisa ungkap kasusnya," kata Ariasandy.

Dari keterangan rekan korban sebagai pelapor, peristiwa penculikan terjadi pada Minggu (15/2) siang saat ia bersama korban dan temannya yang lain mengendarai sepeda motor ke daerah Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

"Pengakuan temannya, dia mau melatih kawannya ini mengendarai kendaraan roda dua di tanjakan," kata Ariasandy.

Saat sampai di tempat latihan, pelapor yang berjalan di depan mengaku tidak bisa melihat keberadaan dua kawannya di belakang.

Beberapa saat kemudian, salah satu kawannya yang di belakang merapat lalu memberitahu mereka diserang orang tak dikenal. Setelah itu pelapor bersama temannya ke TKP, namun tak berhasil menemukan korban.

"Cuma ditemukan ada beberapa barang-barangnya, termasuk ponsel dan tas, yang kemudian diamankan oleh kawan si korban ini, lalu dilaporkan ke kita. (Dilaporkan) malam hari sekitar jam 11 malam," ujarnya.

Polisi juga sedang menelusuri video viral yang dibuat korban. Sebelumnya, beredar sebuah video menayangkan sosok korban dalam kondisi terluka dan minta bantuan uang tebusan kepada keluarganya.

Ada dugaan lokasi pembuatan video itu masih di wilayah Bali. Namun polisi belum bisa memastikannya. Selain itu, polisi juga belum bisa memastikan kasus ini terkait dengan kelompok kejahatan terorganisir alias mafia. 

"Ini masih dalam rangka lidik. Kita berupaya mencari sumber-sumber valid sehingga kita bisa mengungkap kasus ini dan segera mengamankan pelaku, termasuk menyelamatkan korban," kata Ariasandy.

(kdf/wis)


[Gambas:Video CNN]