Banjir Rendam 2 Kecamatan di Makassar, Ratusan Warga Mengungsi

CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 09:37 WIB
Evakuasi warga terdampak banjir di Makassar. ANTARA/ARNAS PADDA
Makassar, CNN Indonesia --

Sebanyak 545 jiwa mengungsi akibat banjir yang melanda di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, setelah diguyur hujan deras sepanjang hari Selasa (24/2).

"Iya ada 545 jiwa atau 169 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat banjir," kata Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli, Rabu (24/2).

Hujan yang mengguyur Kota Makassar mengakibatkan banjir di lokasi yang merupakan langganan banjir saat musim penghujan tiba.

"Kecamatan Manggala dan Biringkanaya menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba di Makassar," ujarnya.

Sementara ini, kata Fadli ada enam titik lokasi pengungsian warga yang telah disiapkan tim BPBD Makassar akibat banjir tersebut.

"Saat ini, tim masih terus melakukan pemantauan dan mendata warga yang terdampak banjir di dua Kecamatan tersebut," pungkasnya.

Pasien RS dievakuasi

Di wilayah Sulawesi Selatan lainnya, sejumlah pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lasinrang, Kabupaten Pinrang dilaporkan dievakuasi ke tempat aman setelah banjir menggenangi rumah sakit tersebut akibat curah hujan deras yang mengguyur.

"Iya, dievakuasi darurat oleh tenaga medis yang piket," kata Rhommy Manule kepada CNNIndonesia.com, Rabu (25/2)

Banjir yang melanda Kabupaten Pinrang, Selasa (24/2) disebabkan curah hujan yang tinggi, sehingga sejumlah ruas jalan dan RSUD Lasinrang tergenang banjir.

"Memang tadi [red: kemarin] sore sebelum magrib terdapat banjir genangan di Jalan A. Pawelloi dan rumah sakit Lasinrang," ungkapnya.

Meski demikian, kata Rhommy situasi saat ini air telah suruh dan para pasien telah berada di tempat yang aman dari genangan banjir.

"Saat ini, air telah surut yang berada di beberapa titik lokasi dan sudah tidak ada lagi tergenang," pungkasnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Selatan yang berlaku pada 24 Februari hingga 1 Maret 2026.

"Pada periode 24 Februari hingga 1 Maret 2026, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat," kata Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil dalam keterangannya, Selasa (24/2).

(mir/gil)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Memilih Bertahan Hadapi Banjir

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK