Fraksi PDIP di DPRD Sorot Kemacetan Imbas Flyover Latumenten Jakbar

CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2026 11:37 WIB
Warga mengeluhkan kemacetan parah akibat penyempitan jalan imbas proyek pembangunan flyover Latumenten di wilayah Grogol, Jakarta Barat.
Ilustrasi. Warga Keluhkan Macet Imbas Proyek Pembangunan Flyover Latumenten. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga mengeluhkan kemacetan parah akibat penyempitan jalan imbas proyek pembangunan flyover Latumenten di wilayah Grogol, Jakarta Barat.

Menindaklanjuti keluhan itu, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth turun langsung meninjau ke lokasi.

"Banyak warga komplain ke saya. Proses pembangunan ini bikin macet luar biasa karena ada penyempitan jalan," kata Kent dalam keterangannya, Rabu (25/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat meninjau lapangan, anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini mendapati fakta bahwa Jalan Latumenten yang semula memiliki tiga lajur, kini menyempit menjadi hanya satu lajur aktif. Penyempitan ini membuat antrean kendaraan mengular, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Tak hanya itu, Kenneth juga menyoroti keberadaan angkot JakLingko yang berhenti tepat setelah perlintasan kereta api. Menurutnya, titik berhenti tersebut berada di lokasi yang sangat rawan penumpukan kendaraan.

"Angkot berhenti persis setelah perlintasan kereta. Ini memperparah kemacetan. Harusnya titik berhenti digeser sedikit ke depan setelah posisi bottle neck, supaya arus kendaraan tetap bergerak," ucap dia.

Menurut Kenneth, kemacetan kian kompleks dengan masih melintasnya truk kontainer dan bus berukuran besar di ruas jalan tersebut. Kenneth menilai, selama proyek berlangsung, kendaraan besar seharusnya dialihkan ke jalur alternatif guna mengurangi beban lalu lintas.

"Truk kontainer dan bus besar masih lewat sini. Dengan kondisi tinggal satu lajur, ini jelas tidak ideal. Saya minta Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera cari solusi konkret," ujarnya.

Kenneth menyebut pihaknya mendukung pembangunan proyek strategis. Namun, semestinya proyek tersebut tidak boleh mengorbankan kenyamanan dan keselamatan warga.

"Jangan sampai prosesnya justru menyengsarakan masyarakat setiap hari. Harus ada pengaturan lalu lintas yang lebih tegas, pengawasan di lapangan yang konsisten, dan solusi cepat untuk kendaraan besar maupun titik berhenti angkot," kata dia.

Karenanya, Kenneth meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk bergerak cepat mengatasi masalah kemacetan di sekitar proyek tersebut.

"Kalau bisa diantisipasi sekarang, kenapa harus tunggu makin parah? Saya akan terus kawal proyek ini sampai benar-benar memberi manfaat bagi warga, bukan malah menambah beban di jalan," ucap dia.

Terpisah, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Harmawan mengatakan pihaknya telah mengimbau pengguna jalan untuk mencari rute alternatif. Namun, untuk pembatasan kendaraan besar, masih menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan.

"Kami akan koordinasi dengan pengusaha angkutan wilayah barat. Pemprov juga sudah bersurat ke pusat. Nanti akan kami update," ucap Ujang.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI Jakarta memastikan pembangunan Jalan Layang (flyover) Latumeten, Grogol Petamburan,Jakarta Baratberjalan sesuai jadwal.

Proses pembangunan pun telah dimulai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pada 24 Oktober 2025, dengan PT. Modern Widya Tehnical selaku kontraktor pelaksana.

Saat ini proyek itu telah resmi memasuki tahap awal, dan diharapkan flyover itu sudah selesai pada Desember 2026 mendatang.

"Pembangunannya sesuai jadwal. Pada Oktober 2025 ini telah resmi memasuki tahap awal," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Bina Marga DKI Jakarta, Wiwik Wahyuni, Rabu (29/10) seperti dikutip dari Antara.

Wiwik menegaskan proyek tersebut masih membutuhkan beberapa tahap persiapan awal sebelum konstruksi fisik dimulai.

Termasuk, salah satunya proses sosialisasi terhadap warga di sekitar Jalan Latumeten, Grogol, Jakarta Barat.

"(Proyek) sedang memasuki tahap perancangan dan disain, persiapan sosialisasi pelaksanaan, penyelidikan tanah dan survei pengukuran," ucap dia.

(dis/ugo)


[Gambas:Video CNN]