Kapolri Minta Maaf Masih Ada Polisi Cederai Keadilan Publik
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat lantaran masih ada perbuatan anggota yang mencederai rasa keadilan publik.
Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim bersama insan pers di Gedung Rupatama Polri, Jakarta Selatan, Selasa (24/2).
Dalam sambutannya, Sigit menyadari jika seluruh tindakan anggota Polri baik yang disengaja maupun tidak akan selalu berada di bawah pengawasan publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam kesempatan ini, tentunya saya mengucapkan permohonan maaf apabila di dalam keseharian kami mungkin ada perbuatan dari anggota-anggota kami yang disadari maupun tidak disadari, mencederai rasa keadilan publik," ujarnya.
Sigit menegaskan permohonan maaf tersebut juga terus dibarengi dengan komitmen pembenahan internal. Ia berjanji tidak akan menoleransi anggota yang terbukti melakukan pelanggaran hukum atau mencederai rasa keadilan di tengah masyarakat.
"Kami berjanji terhadap hal-hal yang sifatnya mencederai keadilan publik, apalagi yang sifatnya pelanggaran, maka kami tidak segan-segan untuk melakukan penindakan tegas untuk menjaga institusi kita tercinta," tegasnya.
Ia mengatakan hal tersebut sebagai komitmen institusi Polri terhadap publik serta insan pers yang juga sebagai mitra pengawas.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya peran media dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Oleh sebab itu, ia telah memberikan arahan kepada seluruh jajaran untuk cepat merespons setiap keluhan yang muncul di ruang publik.
"Sekecil apapun suara dari teman-teman kita, itu adalah jeritan dari masyarakat, jeritan dari publik, keluhan dari masyarakat, aspirasi dari publik, yang mau tidak mau kita harus melakukan langkah cepat, respons cepat untuk menanggapi," tuturnya.
Sigit menegaskan Polri senantiasa terbuka terhadap kritik dan evaluasi demi menjaga amanah dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
"Kami siap selalu untuk menerima masukan, menerima kritik dan evaluasi," pungkasnya.
(tfq/gil)[Gambas:Video CNN]

