Kebut Relokasi di Sumatra, Satgas PRR Kejar Target Sebelum Idulfitri

Kemendagri | CNN Indonesia
Sabtu, 28 Feb 2026 12:56 WIB
Guna mendukung percepatan, Satgas PRR terus mendorong pembangunan hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), serta penyaluran dana tunggu hunian.
(Foto: arsip Kemendagri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra menargetkan seluruh pengungsi yang masih tinggal di tenda darurat di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) untuk dapat segera direlokasi ke hunian yang lebih layak sebelum Idulfitri 2026.

Hal itu disampaikan Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Jakarta pada Jumat (27/2). Tito menegaskan, percepatan relokasi pengungsi menjadi salah satu fokus dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Kita harapkan secepat mungkin bisa menyelesaikan sebelum IdulfFitri. Kalau bisa sebelum Idulfitri semua tidak ada di tenda tapi di huntara atau menerima dana tunggu hunian yang diberikan," ujar Tito.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Guna mendukung percepatan tersebut, Satgas PRR terus mendorong pembangunan hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), serta penyaluran dana tunggu hunian.

Berdasarkan data Satgas PRR per 27 Februari 2026, target pembangunan huntara di tiga provinsi mencapai 18.253 unit, dengan realisasi sebanyak 10.498 unit atau persentase 57 persen.

Sementara itu, pembangunan huntap juga mulai dilakukan. Tercatat 1.363 unit dari target 36.669 unit dalam proses pembangunan. Selain itu, enam huntap di Sumatera Barat tercatat sudah selesai pembangunannya.

Sementara, penyaluran bantuan perbaikan rumah rusak juga dilanjutkan secara bertahap. Dari lebih dari 73.000 unit rumah yang telah teridentifikasi mengalami kerusakan ringan, sedang, dan berat, proses verifikasi dan pencairan bantuan terus dikebut agar masyarakat dapat segera melakukan perbaikan secara mandiri.

Satgas PRR memastikan koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah berjalan intensif untuk mempercepat penyelesaian hunian. Sinergi antara lain dilakukan bersama Kementerian PUPR, BNPB, Danantara, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Hingga kini, jumlah pengungsi terus mengalami penurunan signifikan dibandingkan masa awal bencana. Dari lebih dari dua juta warga pada fase awal bencana pada akhir tahun lalu, tercatat per 27 Februari 2026 tersisa 11.307 jiwa yang masih berada di tenda pengungsian.

Sebagian besar berada di Provinsi Aceh sebanyak 10.394 jiwa, sementara di Sumut tersisa 913 jiwa. Adapun di Sumbar, seluruh pengungsi telah meninggalkan tenda darurat.

(rea/rir)


[Gambas:Video CNN]