Banjir 2 Meter Rendam 800 Rumah di Villa Tomang Baru Tangerang

CNN Indonesia
Minggu, 08 Mar 2026 14:00 WIB
Banjir merendam 800 rumah di Villa Tomang Baru, Tangerang, akibat hujan deras dan meluapnya Kali Cirarab.
Banjir kepung rumah warga Tangerang. (CNN Indonesia/Dodi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banjir merendam ratusan rumah di Perumahan Villa Tomang Baru, Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Minggu (8/3).

Banjir ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (7/3) serta meluapnya aliran Kali Cirarab.

Pantauan CNNIndonesia.com, air menggenangi permukiman warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari sekitar 20 sentimeter hingga mencapai 2 meter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir juga sempat memutus akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Tangerang dengan Kota Tangerang.

Sejumlah warga terlihat mengungsi ke mushola yang dijadikan sebagai posko darurat. Di lokasi pengungsian, terlihat petugas medis melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang terdampak banjir.

Selain itu, petugas juga berupaya mengurangi debit banjir dengan menggunakan mesin pompa air portabel. Namun upaya tersebut belum mengurangi debit air secara signifikan karena aliran dari Kali Cirarab masih terus meluap.

Salah satu warga, Yadi (50), mengatakan banjir mulai masuk ke permukiman sejak sekitar pukul 22.00 WIB pada Sabtu malam.

"Di sini memang sering banjir, tiap hujan pasti terdampak banjir," ujar Yadi.

Akibat banjir tersebut, ia mengaku mengalami kerugian materiil karena sejumlah perabot rumah tangga dan peralatan elektronik rusak setelah terendam air.

"Banyak yang rusak, tv, kasur, dan meja makan, barang barang elektronik lainnya pada terendam," jelasnya.

Sementara itu, Komandan Regu Pos Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Pos Pasar Kemis, Joko Murjito mengungkapkan, banjir merendam sekitar 800 rumah yang berada di sembilan RW di Perumahan Villa Tomang Baru.

"Rata-rata hampir 2 meter ketinggiannga. Total warga yang terdampak kurang lebih 2.400 jiwa," ungkap Joko.

Saat ini, kata Joko, pihaknya masih terus melakukan proses evakuasi terhadap warga yang masih berada di dalam rumah untuk diungsikan ke tempat yang lebih aman.

"Untuk yang mengungsi itu ada yang di mushola, posyandu dan tend-tenda yang sekiranya aman untuk berteduh," jelasnya.

(dod/dal)


[Gambas:Video CNN]