JK Tekankan RI Boleh Dukung BoP Kalau Trump Mau Mengakui Palestina
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) menilai dukungan terhadap Board of Peace (BoP) harus diukur dari sejauh mana lembaga bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu mampu menciptakan perdamaian, termasuk melalui pengakuan terhadap negara Palestina.
"Ya kita lihat dulu apa yang dilakukan beberapa bulan akan datang. Kalau BOP itu bisa membuat kedamaian di Palestina, contohnya, oke kita dukung," kata JK dalam keterangan tertulis, Minggu (8/3).
Ia mengatakan ada sejumlah negara Islam yang pada prinsipnya memiliki keinginan untuk mendukung upaya perdamaian tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, menurutnya, dinamika politik internasional, termasuk hak veto dari Amerika Serikat, kerap menjadi kendala dalam proses tersebut.
JK juga mengingatkan agar dukungan terhadap kebijakan internasional tidak sekadar menjadi simbolis, melainkan benar-benar berorientasi pada penyelesaian konflik dan terciptanya perdamaian yang nyata.
"Jangan hanya menjadi lambang atau pengikut saja. Kita lihat buktinya seperti ini, bicara kedamaian yang tidak diperangi," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai salah satu ujian penting dalam proses perdamaian adalah adanya pengakuan terhadap negara Palestina sebagai bagian dari solusi dua negara.
"Cara mendamaikannya adalah dengan memberikan pengakuan kepada Palestina. Kalau tidak, hanya mendukung Israel, buat apa," katanya.
Keanggotaan Indonesia di BoP belakangan kembali menjadi sorotan di tengah serangan AS-Israel terhadap Iran.
Serangan yang digencarkan AS ke Iran itu dinilai tak sejalan padahal, mereka juga yang menggagas BoP. Selain itu, AS juga melancarkan serangan ini di tengah masih berjalannya negosiasi nuklir dengan Iran di Jenewa, Swiss.
AS dan Israel meluncurkan serangan bersama pada 28 Februari lalu.Imbas operasi itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur. Khamenei dilaporkan gugur pada serangan pada Sabtu. Iran mengonfirmasi keesokan harinya.
Di hari pertama AS-Israel meluncurkan operasi, Iran langsung membalas serangan mereka.
Iran juga membalas serangan dengan skala lebih besar dari sebelumnya usai gugurnya Khamenei. Mereka menargetkan Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
[Gambas:Video CNN]


