Jalani Perintah Prabowo, Menhut Serahkan SK Perhutanan Sosial di NTB

CNN Indonesia
Senin, 09 Mar 2026 00:00 WIB
Menteri Kehutanan menyerahkan SK 560,57 hektare Perhutanan Sosial kepada enam KTH di Lombok, NTB.
Ilustrasi. Menhut serahkan SK perhutanan sosial di Lombok NTB. (ANTARA FOTO/Lalu Yanis Maladi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada enam Kelompok Tani Hutan (KTH) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penyerahan itu mencakup satu KTH di Lombok Barat dan lima KTH di Lombok Timur dengan total luas kelola mencapai 560,57 hektare yang akan dimanfaatkan oleh 411 kepala keluarga.

"Kami sudah diperintahkan Pak Presiden Prabowo untuk mempercepat proses penerbitan SK perhutanan sosial ini agar mengungkit kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga alam kita dan hutan kita lebih lestari," ujar Raja Juli mengutip keterangannya, Minggu (8/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia berharap penyerahan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Raja Juli juga menyebut penyerahan enam SK itu merupakan upaya pemerintah memberikan akses legal ke masyarakat untuk mengelola kawasan hutan secara produktif dan berkelanjutan.

Ia menyebut akses legal bagi masyarakat diharapkan dapat dikelola secara produktif sekaligus tetap terjaga kelestariannya. Raja Juli pun meminta para petani hutan dapat menjaga dan menjalankan amanah tersebut.

"Agar masyarakat yang diberikan akses legal tadi dapat memaksimalkan amanah tersebut agar lebih produktif lagi, ditanam kopi, kakao, atau kemiri dan lain sebagainya," ujar dia.

Selain itu, ia mengatakan pengelolaan hutan lewat skema perhutanan sosial tak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

"Ini bagian dari upaya kita meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari swasembada pangan kita, sementara pada saat yang sama juga menjaga kelestarian hutan kita," ucapnya.

(mnf/dal)


[Gambas:Video CNN]