Polisi Tangkap Tersangka Pembunuh Pensiunan JICT Ermanto Usman
Polisi menangkap tersangka pelaku pembunuhan terhadap pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT) bernama Ermanto Usman (65) di Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.
"Benar (pelaku pembunuhan ditangkap)," kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim kepada wartawan, Selasa (10/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Abdul belum membeberkan soal identitas pelaku. Termasuk, soal kronologi penangkapan pelaku tersebut.
Sebelumnya, Ermanto Usman dan istrinya diduga diserang perampok di rumahnya yang terletak di Jatibening, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada Senin (2/3).
Dalam peristiwa itu, Ermanto tewas. Sementara itu, istrinya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Peristiwa itu baru diketahui sang anak saat menjelang sahur. Saat itu, anak korban merasa curiga lantaran kedua orang tuanya tidak membangunkan sahur hingga pukul 04.00 WIB.
"Ketika dia bangun dia kaget, 'wah ini kan bentar lagi imsak', akhirnya dia turun. Ketika turun dia lihat kok enggak ada jawaban [dari orang tuanya], lampu masih mati," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal kepada wartawan, Senin (2/3).
Andi mengatakan anak korban ketika itu masih sempat mendengar suara ibunya. Namun saat dihampiri, gagang pintunya sudah rusak dan tidak bisa dibuka.
Singkat cerita, sang ayah sudah dalam keadaan tewas bersimbah darah. Sementara ibunya mengalami luka berat dan langsung mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Dari penyelidikan sementara, tercatat ada sejumlah barang yang raib akibat insiden penyerangan tersebut yakni gelang emas yang di tangan korban serta dua kunci mobil.
Di sisi lain, Ermanto adalah Ketua Paguyuban Pensiunan Karyawan JICT. Pelindo adalah pemegang saham utama di JICT. Dia dikenal pula sebagai pengamat pelabuhan.
Beberapa waktu terakhir, dia dikenal sebagai salah satu sosok yang mengungkap soal dugaan korupsi terkait pengelolaan di pelabuhan. Dugaan korupsi di perusahaan pelabuhan itu pun dibawanya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
[Gambas:Video CNN]
