Polri Jamin Lindungi Pemberi Info Teror Air Keras ke Aktivis KontraS

CNN Indonesia
Jumat, 13 Mar 2026 22:00 WIB
Mabes Polri minta masyarakat bantu informasi terkait penyiraman air keras pada Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS. Keselamatan pelapor dijamin.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyampaikan keterangan pers terkait aksi penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. (CNN Indonesia/Taufiq Hidayatullah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mabes Polri meminta kepada seluruh pihak membantu memberikan informasi terkait aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir memastikan pihaknya akan menjamin keselamatan pihak yang memberikan informasi itu kepada penyidik.

"Kepada seluruh warga masyarakat, khususnya yang mengetahui rangkaian peristiwa ini dapat membantu memberikan informasi kepada Polri, khususnya penyidik," ujarnya kepada wartawan, Jumat (13/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia meminta agar warga yang mengetahui informasi untuk tidak takut melapor. Penyidik, kata dia, bakal menjaga kerahasiaan identitas pemberi informasi.

"Kami pastikan warga yang memberikan informasi tetap kita berikan perlindungan," ucapnya.

Lebih lanjut, Isir memastikan seluruh proses penyelidikan akan dilakukan secara ilmiah, transparan dan profesional guna mengungkap pelaku.

"Kami mengajak seluruh masyarakat, kita berdoa semoga proses ini dapat segera mendapat titik terang, terungkap siapa pelaku dan tertangkap pelakunya sehingga terang benderang, termasuk motif," pungkasnya.

Sebelumnya Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.

"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).

Dimas mengatakan akibat insiden itu Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Ia menyebut dari hasil pemeriksaan Andrie menderita luka bakar sebanyak 24 persen.

"Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," tuturnya.

Berdasarkan kronologinya, Dimas menyebut kejadian itu bermula ketika Andrie tengah mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat.

Ketika itu, dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua, yakni diduga merupakan motor matic Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021.

"Pelaku merupakan 2 orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang," tuturnya.

Ia menyebut ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.

Sedangkan pelaku kedua yakni penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai 'buf' berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.

"Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya," jelasnya.

(tfq/isn) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]