Bobby Klaim Pengungsi Bencana Banjir Sumut Sudah Mendekati Nol
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution memastikan tidak ada lagi warga terdampak banjir dan longsor yang menetap di tenda pengungsian menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah atau lebaran 2026.
Para pengungsi yang sebelumnya berada di sejumlah daerah terdampak bencana telah dipindahkan ke hunian sementara, hunian tetap, maupun menerima bantuan dana untuk tempat tinggal.
"Dari laporan di Sumut, Alhamdulillah angkanya sudah minim, bahkan sudah mendekati nol sudah kembali semua ada yang ke Huntara (Hunian sementara) ada yang Huntap (Hunian Tetap) nya," kata Bobby di Medan, Senin (16/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain relokasi ke hunian sementara dan hunian tetap, Pemerintah Provinsi Sumut juga menyalurkan program Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga yang belum mendapatkan tempat tinggal permanen. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai agar warga dapat menyewa rumah sementara atau tinggal bersama keluarga.
"Ada yang dapat DTH, Kalau DTH itu tidak diberikan hunian tapi diberikan uang untuk nyewa. jadi sudah boleh apakah itu mereka nyewa ke rumah rumah yang memang disewakan atau tinggal di rumah keluarganya tapi mereka tetap mendapat uang untuk membantu keluarga yg mereka tumpangi. Jadi sudah terealisasi," ujarnya.
Bobby menambahkan, saat ini posko pengungsian di beberapa lokasi masih tampak aktif karena persediaan makanan dan bantuan logistik seperti sembako masih disalurkan di sana. Namun, secara sebenarnya tidak ada lagi warga yang menetap di posko tersebut.
"Sebenarnya kalau secara mereka tinggal permanen sudah tidak ada lagi. Kemarin mungkin makanan tetap ada di sana, sembako tetap di sana jadi terkesan masih ada. Tapi real tinggal di pengungsian sudah tidak ada, sudah kosong," jelasnya.
Banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatra Utara (Sumut) pada 25 November 2025 silam masih menyisakan persoalan. Bencana tersebut menyebabkan sebanyak 479.047 KK atau 1.803.725 jiwa terdampak. Sementara itu, korban meninggal dunia sebanyak 376 jiwa, luka-luka 4 jiwa, dan hilang 40 jiwa.
Sebelumnya, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara (Sumut) mencatat 3.016 orang masih mengungsi akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 27 November 2025 di provinsi itu.
Sebanyak 3.016 jiwa dari 754 kepala keluarga (KK) masih mengungsi yang tersebar pada dua dari 20 kabupaten/kota yang dilanda bencana pada awal Maret 2026.
Pusdalops Sumut mencatat ribuan pengungsi tersebut tersebar di Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 2.564 jiwa dan Kabupaten Tapanuli Selatan 452 jiwa.
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

