Kebakaran Pabrik Plastik di Cengkareng Diduga Akibat Dilempari Petasan
Kebakaran melanda pabrik plastik di Jalan Bojong Raya Nomor 26 RT 05/RW 04 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (20/3) dini hari WIB.
Kebakaran diduga terjadi usai dilempari petasan oleh sekelompok remaja.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi mengatakan total 17 unit armada berkekuatan 85 personel diterjunkan untuk mengatasi kebakaran tersebut. Api itu telah berhasil dijinakkan pada Jumat subuh.
"Waktu mulai operasi pukul 03.24 WIB, hingga operasi selesai pukul 05.10 WIB," tutur Syaiful seperti dikutip dari Antara.
Syaiful mengatakan berdasarkan pengakuan sekuriti di lokasi, petasan itu dilemparkan sekelompok remaja.
"Sementara diduga karena percikan petasan. Sekitar pukul 03.23 WIB, menurut penuturan sekuriti, pada awal kejadian, terdapat remaja bermain petasan," kata Syaiful saat dikonfirmasi di Jakarta.
Para remaja nakal itu sempat dilarang oleh petugas sekuriti. Namun larangan itu membuat mereka semakin menjadi-jadi.
"Sempat ditegur oleh sekuriti PT yang persis bersebelahan dengan TKP. Namun para remaja tidak terima dan semakin intens memasang petasan di sekitar area tersebut," tutur Syaiful.
Akibatnya, salah satu petasan masuk ke dalam pabrik plastik dan membakar isi pabrik tersebut. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat kebakaran tersebut.
Petugas pemadam kebakaran pun segera menuju lokasi setelah mendapat laporan.
Kepolisian menyelidiki penyebab kebakaran pabrik plastik di Jalan Bojong Raya No.26, RT 05/RW04 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, yang awalnya diduga disebabkan oleh tembakan petasan.
"Masih dalam penyelidikan, karena diduga anak-anak sekitar bangunin sahur menggunakan petasan. Jadi masih kita lidik," kata Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat.
Gultom pun membenarkan bahwa warga sekitar serta sekuriti pabrik telah mengimbau para remaja untuk tidak menyalakan petasan di sekitar lokasi tersebut.
"Sudah diimbau oleh warga sekitar dan sekuriti supaya jangan menggunakan petasan atau kembang api saat bangunin sahur," kata Gultom.
Namun demikian, penyebab pasti kebakaran tersebut masih didalami oleh pihak kepolisian.
"Itu masih diduga ya (disebabkan tembakan petasan). Kita harus lakukan penyelidikan supaya jelas," tuturnya.
Hingga kini pihak pabrik pun belum membuat laporan polisi terkait insiden kebakaran itu. "Belum ada," katanya.
(antara/kid)