Pramono Minta Pendatang Baru ke Jakarta Penuhi Syarat Administrasi

CNN Indonesia
Sabtu, 21 Mar 2026 16:15 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau kepada para pendatang yang akan datang ke ibu kota pasca-Lebaran 2026 untuk melengkapi seluruh syarat administrasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau kepada para pendatang yang akan datang ke ibu kota pasca-Lebaran 2026 untuk melengkapi seluruh syarat administrasi. (CNN Indonesia/Kayla Nabima).
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau kepada para pendatang yang akan datang ke ibu kota pasca-Lebaran 2026 untuk tetap melengkapi seluruh syarat administrasi.

Kendati demikian, Pramono kembali menegaskan pihaknya tak akan menggelar operasi yustisi atau pendataan terhadap para pendatang.

"Seperti berulang kali saya sampaikan bahwa Jakarta tidak ada operasi yustisi. Tetapi, kami meminta bagi siapapun yang ingin bekerja di Jakarta, tentunya melengkapi diri dari semua syarat-syarat administrasi," ujar Pramono did Balai Kota Jakarta, Sabtu (21/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono juga meminta kepada para pendatang yang ingin mencari pekerjaan atau peruntungan di Jakarta, untuk bekerja sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya.

"Kemudian juga ya bekerja sesuai dengan kapabilitasnya," ucap dia.

Lebih lanjut, Pramono pun memprediksi akan terjadi lonjakan jumlah pencari kerja di Jakarta pasca-Lebaran. Namun, ia tak membeberkan berapa prediksi jumlah lonjakan tersebut.

"Dan memang sekarang ini kami juga menduga bahwa pasti ada lonjakan orang untuk mencari kerja di Jakarta," ujarnya.

Sebelumnya, Pramono memastikan tidak akan melaksanakan operasi yustisi ataupun pendataan terhadap para pendatang pasca-Lebaran 2026.

Ia menegaskan DKI Jakarta terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin datang dan mencari pekerjaan. Karenanya, ia telah memerintahkan seluruh jajaran untuk tidak melakukan operasi yustisi.

"Jakarta tetap akan terbuka bagi siapapun sehingga saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan apa, yustisi ataupun screening untuk itu. Jadi Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja," ujarnya kepada wartawan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (7/3).

(dis/sfr) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]