Jalur Pantura Pasuruan Normal Lagi Usai Lumpuh Terendam Banjir

CNN Indonesia
Rabu, 25 Mar 2026 09:45 WIB
Banjir di Pasuruan surut, jalur pantura kembali normal. Puluhan desa terendam, pembersihan jalan masih dilakukan. Lalu lintas mulai lancar kembali.
Banjir di sejumlah titik jalur pantura Pasuruan sudah surut usai direndam banjir sejak Selasa (24/3) malam. Jalanan kembali normal dan bisa dilalui kendaraan. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banjir di sejumlah titik jalur pantura Pasuruan sudah surut usai terendam banjir sejak Selasa (24/3) malam. Jalanan kembali normal dan bisa dilalui kendaraan.

Banjir sebelumnya merendam jalur pantura di Desa Beji, Kecamatan Beji, yang yang menghubungkan wilayah Gempol-Bangil. Jalur ini tertutup genangan air yang cukup dalam.

Selain itu, banjir juga merendam jalur pantura di Jalan Ir Juanda, Kota Pasuruan. Akibatnya, jalanan ditutup dan kendaraan dialihkan ke Jalur Lingkar Selatan atau tol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jalur pantura sudah bisa dilalui," kata Kepala UPT P3 LLAJ Dishub Jatim, Yulianto, Rabu (25/3), dikutip dari detikJatim.

Petugas BPBD Kota Pasuruan melakukan pembersihan Jalan Ir Juanda dari lumpur sisa banjir. Khusus di atas Jembatan Buk Wedi dan sekitarnya.

"Pembersihan masih dilakukan," keterangan Pusdalops BPBD Kota Pasuruan.

Sungai-sungai meluap karena hujan lebat merata sejak siang hingga merendam permukiman dan rumah-rumah warga di wilayah kabupaten dan kota Pasuruan.

Banjir juga melumpuhkan jalur pantura dan sejumlah jalan utama, semalam. Lalu lintas arus balik pemudik macet total. Antrean kendaraan mengular panjang.

Puluhan desa terendam

Puluhan desa dan kelurahan di Kabupaten dan Kota Pasuruan banjir. Banjir disebabkan luapan sungai akibat tidak mampu menampung air hujan lebat. Hujan turun merata baik di hulu maupun hilir, sejak Selasa (24/3) sore.

Berdasarkan data yang dihimpun, banjir di Kabupaten Pasuruan, tepatnya di puluhan desa dan kelurahan itu tersebar di beberapa kecamatan. Ketinggian banjir bervariasi dan paling parah setinggi dada orang dewasa.

Di Kecamatan Rejoso, banjir terjadi di Desa Sadengrejo, Jarangan, dan Toyaning. Ketinggian banjir antara 30 cm hingga 1 meter.

"Dini hari banjir mulai 30 cm sampai 100 cm," kata Hudan Dardiri, warga Desa Sadengrejo, Rabu (25/3).

Di Kecamatan Bangil, banjir melanda Desa Tambaan, Kelurahan Kalianyar, Kelurahan Kalirejo, Desa Kauman, Desa Latek, Desa Manaruwi, Desa Masangan. Banjir di Bangil terparah mencapai 70 cm.

Banjir parah juga terjadi di Kecamatan Beji. Enam desa dan kelurahan terendam, yakni Desa Beji, Desa Kedungringin, Desa Gununggansir, Kelurahan Pagak, Desa Kedungboto dan Desa Cangkringmalang.

"Beji paling parah, ada yang mencapai 110 cm," kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi.

Sementara di Kecamatan Winongan, banjir terjadi di Desa Menyarik, Desa Mendalan, Desa Gading, Desa Minggir, Desa Prodo, Desa Winongan Lor, Desa Winongan Kidul dan Desa Penataan. Di sejumlah desa genangan mencapai 80 Cm.

Di Kecamatan Grati, banjir melanda Desa Kedawungkulon. Di Kecamatan Gondangwetan, banjir di Desa Ranggeh, Desa Wonojati, Desa Bajangan, Desa Pateguhan, dan Desa Sekarputih.

Sementara di Kecamatan Kejayan, Desa Tanggulangin, Desa Kepuh dan Desa Kurung dilaporkan tergenang banjir. Di Kecamatan Kraton, banjir melanda Desa Desa Sidogiri. Sementara di Kecamatan Pohjentrek, banjir melanda Desa Sungi. "Di Kecamatan Pasrepan, Desa Jogorepoh juga tinggi banjirnya," terang Hari, warga setempat.

Sementara itu di wilayah Kota Pasuruan, banjir di banyak keluaran. Antara lain Kelurahan Tamanan, Kelurahan Pekuncen, Kelurahan Slagah, Kelurahan Kebonsari, Kelurahan Karangwingko, Kelurahan Blandongan Kepel dan Kelurahan Sekargadung.

"Terparah di Tamanan dan Kebonsari dan Karangwingko. Tamanan ada yang sepundak orang dewasa," kata Riska, warga Kelurahan Tamanan.

Baca selengkapnya di sini.

(fra/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]