Kata-Kata Hendrik Irawan Usai SPPG Ditutup Buntut Joget Cuan MBG

CNN Indonesia
Jumat, 27 Mar 2026 15:55 WIB
Hendrik Irawan viral karena joget cuan Rp6 juta dari program Makan Bergizi Gratis. Ia minta maaf setelah SPPG-nya ditutup akibat kontroversi.
Hendrik Irawan viral karena joget cuan Rp6 juta dari program Makan Bergizi Gratis. (ANTARA FOTO/ABDAN SYAKURA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hendrik Irawan, pria yang viral berjoget cuan Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan penjelasan soal aksi nyelenehnya yang mengundang kontroversi.

Dalam video yang menjadi buah bibir masyarakat, pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu berjoget-joget lalu mengklaim cuan Rp6 juta per hari dari program MBG.

SPPG miliknya di Desa Pangauban, Kecamatan Barujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena ternyata ada fasilitas yang belum memenuhi standar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hendrik beralasan aksi joget itu dilakukannya sudah lama namun baru diunggah di akun media sosialnya. Kemudian ia juga tak bermaksud menyombongkan soal insentif yang diterima.

"Jadi video itu saya buat sudah lama, waktu itu juga sedang libur (operasional SPPG). Kemudian ada yang menggabungkan video itu sama omongan soal Rp6 juta," kata Hendrik saat ditemui, Jumat (27/3).

Ia sama sekali tak berniat merendahkan program Presiden RI, Prabowo Subianto. Saat videonya viral dengan tendensi negatif, ia sempat tersulut emosi sampai berniat melaporkan beberapa akun media sosial ke polisi.

"Tapi enggak jadi (laporan polisi), waktu itu saya tersulut emosi. Saya terima kalau netizen sekarang menghujat saya, enggak apa-apa," kata Hendrik.

Hendrik menyampaikan permohonan maaf terbuka atas aksinya tersebut. Ia menerima konsekuensi penutupan sementara SPPG miliknya atas huru-hara yang ia ditimbulkan.

"Saya mohon maaf kepada netizen, ini jadi pelajaran buat saya. Ya saya juga terima kalau SPPG ditutup sementara, sambil kita juga terus berbenah," kata Hendrik.

Sebelumnya, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, Ramzi menyebut viralnya aksi joget-joget Hendrik Irawan itu juga dinilai mencoreng nilai baik di balik program MBG yang jadi andalan Presiden Prabowo Subianto demi meningkatkan kualitas anak-anak.

"Ya itu kan urusan personal sebetulnya, tidak mewakili siapapun. Cuma tidak sepatutnya juga dia seperti itu, apalagi di dalam SPPG. Kita ingatkan ke depan SPPG di KBB fokus mengurus MBG saja, jangan mencoreng nilai positif dengan aksi seperti itu," kata Ramzi saat dikonfirmasi, Kamis (26/3).

[Gambas:Instagram]

Ramzi menyebut saat ini SPPG Pangauban milik Hendrik Irawan ditutup sementara. Selain buntut dari viralnya aksi joget-joget yang bersangkutan, ternyata ada infrastruktur yang dibangun tidak sesuai standar.

"Ditutup sementara, dari beberapa dapur dia baru 1 yang beroperasi. Jadi ada infrastruktur yang belum sesuai standar, nanti akan dicek lagi sebelum kembali dibuka. Waktu penutupan ya sesuai lamanya dia melakukan perbaikan," kata Ramzi.

Baca selengkapnya di sini.

(isn/isn) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]