Banjir Akibat Tanggul Jebol di Pekalongan, 254 Warga Mengungsi

CNN Indonesia
Senin, 30 Mar 2026 18:25 WIB
Ilustrasi banjir di Pekalongan (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, melaporkan 254 warga masih bertahan di pengungsian akibat banjir yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Bremi di wilayah Pabean. 

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, menyampaikan proses penanganan tanggul menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan kini memasuki tahap akhir.

"Ratusan warga terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu kondisi genangan air benar-benar surut," katanya di Pekalongan, Senin (30/3).

Ia menjelaskan, para pengungsi tersebar di sejumlah titik, di antaranya eks aula Kelurahan Kraton Kidul sebanyak 116 jiwa, aula Kelurahan Pasirkratonkramat 79 jiwa, TPQ Madinatul Ulum 50 jiwa, serta aula Kecamatan Pekalongan Barat sembilan jiwa.

"Namun, Alhamdulillah tanggul Pabean sudah diperbaiki, tinggal dirapikan saja. Mudah-mudahan tidak jebol lagi dan kini tinggal menunggu air surut di wilayah Pasirsari dengan menggunakan bantuan pompa air," katanya.

Budi menuturkan, warga mulai mengungsi sejak Jumat (27/3) setelah debit air meningkat dan menggenangi permukiman di wilayah Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat.

Berdasarkan kronologi, tanggul sisi timur Sungai Bremi di wilayah Pabean jebol pada Kamis (26/3) dengan kerusakan sepanjang sekitar 15 meter, lebar tiga meter, dan tinggi dua meter.

Akibat kerusakan tersebut, air sungai meluap dan merendam kawasan sekitar, meskipun saat kejadian kondisi cuaca dilaporkan cerah tanpa hujan.

Dalam penanganan bencana ini, pemerintah kota bersama berbagai pihak telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari pemantauan dan patroli kesiapsiagaan, evakuasi warga, hingga asesmen dampak banjir.

"Selain itu, kami melakukan koordinasi lintas sektor guna mengoptimalkan penanganan darurat secara terpadu," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah juga melibatkan TNI, Polri, organisasi perangkat daerah (OPD), serta relawan untuk mengaktifkan posko kebencanaan, menyediakan layanan data dan informasi, serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, termasuk logistik dan layanan kesehatan.

(antara/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK