3 Prajurit TNI Tewas, DPR Sentil Israel dan Minta RI Tegas Lewat BoP

CNN Indonesia
Selasa, 31 Mar 2026 10:39 WIB
Tiga prajurit TNI tewas akibat serangan zionis Israel di Lebanon. Anggota DPR mendesak RI sentil zionis lewat BoP.
Tiga prajurit TNI tewas di Lebanon usai diserang teroris Israel. (AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tewasnya prajurit TNI usai serangan zionis Israel saat bertugas menjaga perdamaian di Lebanon Selatan dan tergabung dalam pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dikecam.

‎Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Mahfudz Abdurrahman menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan bentuk nyata pelanggaran serius yang dilakukan Israel terhadap hukum internasional dan tidak dapat ditoleransi.

‎"Ini bukan kecelakaan perang. Ini adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB adalah pelanggaran berat hukum humaniter internasional dan mencerminkan pengabaian total terhadap norma-norma global," tegas Mahfudz lewat keterangan pers, Selasa(30/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

‎Ia menilai tindakan militer Israel di kawasan perbatasan Lebanon telah melampaui batas dan menunjukkan pola agresi yang semakin brutal, tanpa mempertimbangkan keselamatan pihak-pihak yang seharusnya dilindungi, termasuk pasukan perdamaian.

‎"Agresi militer Israel di kawasan tersebut semakin tidak terkendali dan menunjukkan sikap abai terhadap hukum internasional. Serangan ini membuktikan bahwa tidak ada lagi jaminan keamanan, bahkan bagi pasukan yang membawa mandat resmi dari PBB," lanjutnya.

‎Mahfudz juga menekankan bahwa serangan terhadap personel UNIFIL merupakan ancaman langsung terhadap kredibilitas dan legitimasi misi perdamaian dunia. Ia meminta respons tegas, bukan sekadar kecaman simbolik.

‎"Jika serangan terhadap pasukan PBB dibiarkan tanpa konsekuensi, maka dunia internasional sedang membiarkan runtuhnya sistem perlindungan global. Ini adalah ujian bagi PBB dan seluruh komunitas internasional: apakah hukum internasional masih dihormati atau tidak," ujarnya.

‎Ia kemudian mendesak PBB untuk segera melakukan investigasi independen, transparan, dan tidak kompromistis, serta memastikan adanya pertanggungjawaban yang jelas.

‎Mahfudz juga mendorong langkah diplomasi RI yang jauh lebih kuat dan progresif, termasuk membawa isu ini ke forum internasional strategis dan membangun tekanan global.

‎"Indonesia tidak boleh bersikap biasa-biasa saja. Kita harus mengambil peran utama dalam memperjuangkan keadilan, memperkuat tekanan diplomatik, dan memastikan setiap pengorbanan prajurit kita dihargai dengan penuh tanggung jawab," katanya.

RI diminta sentil Israel di BoP

Senada, Anggota Komisi I DPR Sarifah Ainun Jariyah meminta pemerintah segera mendesak Israel untuk bertanggungjawab atas serangan mereka yang menewaskan prajurit TNI di Lebanon.

Menurut Sarifah, desakan itu bisa dilakukan Indonesia lewat Board of Peace (BoP), di mana Israel ikut tergabung di dalamnya. Dia menilai serangan tersebut tak bisa dianggap biasa dan harus direspons serius.

"Langkah diplomatik dapat dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk melalui BoP yang isinya terdapat Israel," ujar Sarifah saat dihubungi, Selasa (31/3).

Di sisi lain, politikus PDIP itu juga meminta pemerintah mengevaluasi rencana pengiriman pasukan ke wilayah konflik lain. Menurut dia, insiden serangan Israel ke UNIFIL harus menjadi pertimbangan serius.

Bahkan, dia mendesak pemerintah dan TNI untuk membatalkan rencana pengiriman pasukan ke Gaza. Sarifah menilai tak ada jaminan keamanan dari pihak manapun karena Israel pun telah melanggar hukum internasional.

"Tidak ada jaminan keamanan dari pihak mana pun karena Israel sendiri terbukti tidak taat pada aturan internasional," ujarnya katanya.

Sarifah mengaku sebelumnya telah mengingatkan bahwa Lebanon sebagai wilayah yang rentan. Pada November 2024, dia mengingatkan agar TNI memberi perhatian serius pada perlindungan prajurit yang dikirim ke sana.

Belum lama ini, dia juga mempertanyakan keputusan pemerintah tetap mempertahankan prajurit di Lebanon. Padahal sejumlah negara telah menarik pasukannya.

"Di saat beberapa negara pengirim pasukan lainnya mulai menarik mundur kontingen mereka akibat ancaman serangan udara dan artileri Israel yang tidak rasional.

Menurut Sarifah, serangan Israel terhadap UNIFIL menunjukkan ketidakpatuhan terhadap hukum internasional. Teroris Israel sudah tidak menghargai UNIFIL yang jelas merupakan aset PBB dan dilindungi hukum internasional dan karenanya pemerintah dinilai harus merespons serius insiden tersebut.

"Saya mengutuk keras serangan artileri Israel yang dampaknya secara langsung menghantam zona operasi pasukan penjaga perdamaian PBB," katanya.

Setelah serangan yang menewaskan Praka Farizal Romadhon, kini dua prajurit TNI dikonfirmasi tewas akibat meningkatnya intensitas pertempuran di Lebanon. Sehingga total sudah ada 3 prajurit TNI yang tewas imbas zionis Israel.

Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait menjelaskan, dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat.

(imf/thr) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]