Pengungsi Banjir Demak Melonjak Jadi 2.893 Imbas Tanggul Jebol

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Apr 2026 12:20 WIB
Ilustrasi. Banjir di Demak, ribuan warga mengungsi. (ANTARA FOTO/AJI STYAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banjir yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak mencatat sebanyak 2.839 jiwa dari sembilan desa mengungsi akibat luapan air Sungai Tuntang yang diperparah jebolnya tanggul.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak Agus Sukiyono mengatakan para pengungsi saat ini tersebar di sedikitnya 14 lokasi. Tempat pengungsian tersebut meliputi balai desa, kantor kecamatan, tempat ibadah, sekolah, hingga rumah warga.

"Ribuan pengungsi tersebut mengungsi ke sejumlah tempat, mulai dari balai desa, kantor kecamatan, tempat ibadah, sekolah, hingga rumah warga. Total ada 14 lokasi pengungsian," kata Agus, Sabtu (4/4) mengutip Antara.

Pemerintah daerah bersama relawan terus melakukan penanganan terhadap para pengungsi. Upaya tersebut mencakup pendataan warga terdampak serta pemenuhan kebutuhan dasar, seperti logistik, layanan kesehatan, dan penyediaan tempat tinggal sementara.

Banjir terjadi setelah tanggul Sungai Tuntang jebol di enam titik pada Jumat (3/4) pagi. Rinciannya, tiga titik berada di Desa Trimulyo dengan panjang kerusakan sekitar 30 meter dan 10 meter, serta tiga titik lainnya di Desa Sidoharjo dengan panjang sekitar 15 meter.

Jebolnya tanggul menyebabkan air sungai meluap dan merendam permukiman warga. Sejumlah desa terdampak tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Guntur (Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo), Kecamatan Karangtengah (Desa Ploso), Kecamatan Wonosalam (Desa Lempuyang), serta Kecamatan Kebonagung (Desa Sarimulyo dan Solorire).

Ketinggian air dilaporkan bervariasi, bahkan di beberapa titik mencapai 100 hingga 140 sentimeter. Meski demikian, BPBD menyebut tren genangan mulai menunjukkan penurunan di sejumlah wilayah.

"Namun, tren untuk hari ini mulai menurun, baik di Desa Trimulyo maupun desa-desa lainnya," ujarnya.

Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pendataan lanjutan serta evakuasi terhadap warga yang diduga masih bertahan di rumah. Pemerintah Kabupaten Demak juga telah mengambil sejumlah langkah penanganan darurat, seperti koordinasi dengan pemerintah desa dan Forkopimcam, asesmen wilayah terdampak, serta distribusi karung pasir untuk memperkuat tanggul yang jebol.

Selain itu, upaya lanjutan terus dilakukan melalui pemantauan wilayah terdampak, pendataan kerusakan, serta koordinasi lintas instansi guna memastikan penanganan bencana berjalan optimal dan keselamatan warga tetap terjaga.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK