Kemenbud-BPS Sinergikan Sensus Ekonomi, Perkuat Basis Data Kebudayaan

CNN Indonesia
Selasa, 07 Apr 2026 20:47 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. (Foto: Arsip Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kebudayaan dan Badan Pusat Statistik (BPS) akan bersinergi terkait Sensus Ekonomi 2026.

Kementerian Kebudayaan menyatakan komitmen penuh untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi melalui sosialisasi, penyebarluasan informasi, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dan pelaku budaya.

Dalam keterangan tertulisnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat basis data kebudayaan nasional sekaligus menjadi landasan dalam pengembangan kebijakan berbasis data ke depan.

Kolaborasi ini juga diharapkan bisa mendorong kebudayaan sebagai engine of growth yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Fadli Zon apresiasi dukungan BPS dalam memperkuat basis data kebudayaan nasional. Ia menegaskan bahwa sejak Kementerian Kebudayaan berdiri, fokus pemajuan kebudayaan diarahkan secara komprehensif pada sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan, tidak terbatas pada seni semata.

"Budaya seringkali dikorelasikan dengan seni, padahal cakupannya jauh lebih luas. Indonesia memiliki keragaman luar biasa yang dapat disebut megadiversity, yang tercermin dalam berbagai ekspresi budaya," kata Fadli, Selasa (7/4).

Pemajuan kebudayaan menurut Fadli dilakukan secara komprehensif melalui upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, pembinaan, dan diplomasi budaya.

Ia menekankan pentingnya penguatan basis data untuk mendukung kebijakan yang tepat sasaran, khususnya dalam mengukur kontribusi sektor kebudayaan terhadap ekonomi nasional.

"Kami berharap melalui Sensus Ekonomi, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kontribusi ekonomi budaya. Dengan data yang tepat, kebijakan yang dihasilkan juga akan lebih tepat," ujarnya.

Sementara itu Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan data statistik memiliki potensi besar dalam mendukung perumusan kebijakan kebudayaan yang lebih terukur.

"Potensi dari Sensus Ekonomi bisa dimanfaatkan oleh Kementerian Kebudayaan," katanya.

Menurut Amalia partisipasi masyarakat dalam kegiatan budaya menunjukkan dinamika yang menarik. Berdasarkan data BPS, sebanyak 47,56 persen penduduk usia 5 tahun ke atas menonton pertunjukan atau pameran secara langsung.

Jenis pertunjukan seni musik/suara menjadi jenis seni yang paling banyak diminati untuk ditonton baik secara langsung maupun tidak langsung dengan persentase 52,55 persen.

Amalia juga menyoroti aspek tradisi lisan. Pengetahuan terhadap dongeng dan cerita rakyat lebih tinggi di wilayah perkotaan dibandingkan pedesaan.

Sementara dalam konteks pariwisata, wisata budaya juga belum menjadi tujuan utama masyarakat, dengan tingkat kunjungan sekitar 13,19 persen dari total kunjungan wisata komersial, masih di bawah wisata alam yang mendominasi.

(tim/sur)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK