Wamendagri Ribka Optimistis Dana Otsus Papua Tahap I Tuntas Pekan Ini

Kemendagri | CNN Indonesia
Rabu, 08 Apr 2026 12:58 WIB
Wamendagri Ribka Haluk laporkan penyaluran Dana Otsus di Papua mencapai 95%, Kendala administratif di 5 daerah diharapkan segera teratasi untuk percepatan.
Foto: Kemendagri
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan penyaluran tahap pertama Dana Otonomi Khusus (Otsus) di wilayah Papua telah mencapai 95 persen. Pemerintah optimistis realisasi penyaluran akan segera tuntas dalam waktu dekat.

Optimisme tersebut disampaikan Ribka usai memimpin rapat percepatan penyaluran Dana Otsus di lima pemerintah daerah yang digelar secara virtual dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (7/4).

Berdasarkan hasil evaluasi, sebagian besar daerah di Papua telah menerima transfer dana tahap pertama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari 46 daerah di Papua, 95 persen ini sudah terealisasi, artinya dananya sudah di RKUD (Rekening Kas Umum Daerah)," ujarnya.

Meski demikian, masih terdapat lima daerah yang penyalurannya belum rampung, yakni Provinsi Papua Pegunungan, Kabupaten Nduga, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Manokwari, dan Kabupaten Teluk Bintuni.

Ribka menegaskan, kendala yang terjadi bersifat administratif dan teknis sehingga tidak menghambat secara signifikan proses penyaluran.

Untuk mempercepat penyelesaian, pemerintah pusat bersama tim percepatan yang melibatkan Kementerian Keuangan, Kemendagri, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah mengidentifikasi persoalan di masing-masing daerah. Ribka pun meyakini seluruh kendala tersebut dapat segera diselesaikan.

"Estimasi dalam minggu ini, saya yakin sekali, dalam minggu ini 5 daerah ini akan terselesaikan," tegasnya.

Lebih lanjut, Ribka menyebutkan bahwa perbaikan tata kelola Dana Otsus terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus ditingkatkan agar penyaluran tahap pertama sebesar 30 persen dapat dilakukan tepat waktu.

Ribka juga mengingatkan pentingnya pengawasan dan pengelolaan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi penyaluran tahap berikutnya yang direncanakan berlangsung pada Juni atau Juli, serta tahap ketiga pada November.

"Mudah-mudahan yang akan kita urus ke depan itu adalah bagaimana kualitas laporannya harus lebih baik, dan terukur kemudian tepat sasaran," jelasnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa Dana Otsus memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan infrastruktur.

Oleh karena itu, pemanfaatannya harus tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Di sisi lain, Ribka menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana tersebut. Pemda diminta untuk menyampaikan informasi penggunaan dana secara terbuka kepada publik.

"Kemudian, ya pemanfaatannya minimal harus ter-publish ke publik, supaya masyarakat itu tahu Dana Outsus itu ke mana, ini wajib, transparansi informasi publik ini penting sekali," pungkasnya.

(inh) Add as a preferred
source on Google