PAN: Pernyataan Saiful Mujani Hanya Buih di Lautan, Bukan Gelombang

CNN Indonesia
Kamis, 09 Apr 2026 06:39 WIB
Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga, menanggapi pernyataan Saiful Mujani tentang Prabowo. Ia menilai kritik itu tidak signifikan dan bagian dari dinamika demokrasi.
Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan pernyataan pengamat politik Saiful Mujani soal menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. Menurutnya, pandangan Mujani itu hanya seperti buih di lautan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan pernyataan pengamat politik Saiful Mujani soal menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. Menurutnya, pandangan Mujani itu hanya seperti buih di lautan.

"Pernyataan Syaiful Muzani tidak usah dikhawatirkan terlalu dalam, sebab itu hanya seperti buih di lautan, bukan gelombang," kata Viva saat dikonfirmasi, Rabu (8/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Viva mengatakan narasi dan pikiran oposisional seperti Mujani pasti akan selalu ada dan berkembang dalam setiap rezim kepemimpinan nasional.

Menurutnya, dalam teori demokrasi hal itu akan menyebabkan terjadinya check and balances yang dinamis.

"PAN berpendapat bahwa saat ini mayoritas masyarakat Indonesia mengapresiasi dan merasa puas atas kinerja Presiden Prabowo. Hal itu dapat dilihat dari beberapa hasil survei. PAN akan terus berjuang bersama-sama dengan Presiden Prabowo dalam menuntaskan janji-janji kemerdekaan," katanya.

Viva yang juga menjabat Wakil Menteri Transmigrasi menilai wajar jika ada kekurangan atau ada pihak memprotes dalam kepemimpinan Prabowo.

Ia mengatakan mengelola negara dengan luas wilayah 5,2 juta km persegi dan jumlah penduduk 288 juta jiwa memerlukan kepemimpinan yang kuat, visioner dan manajemen pembangunan modern yang integratif, partisipatif, dan produktif.

Viva berpendapat pernyataan Mujani tidak akan berdampak signifikan dalam mempengaruhi iklim politik nasional. Menurutnya, sebagai seorang intelektual, Mujani tidak memiliki akar basis massa yang besar dan fanatik, sebagaimana Nur Cholish Madjid atau Gus Dur.

"Seorang intelektual harusnya orang yang menggunakan pengetahuan dan nalar kritis untuk memahami, mengkritik, dan memberi arah pada kehidupan masyarakat. Berpihak kepada kebenaran dan memiliki integritas dalam kehidupan nyata," ujarnya.

Seskab Teddy Indra Wijaya sebelumnya juga sudah merespons pernyataan Saiful Mujani mengenai ajakan menggulingkan pemerintah. Ia mengaku belum mengetahui pernyataan Mujani itu.

"Saya masih banyak sekali kerjaan, saya belum lihat beliau bicara apa," kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/4).

"Apalagi bapak presiden, bapak presiden ngurusin hal besar, lagi fokus dg hal hal yg lebih strategis," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Saiful Mujani menyatakan pernyataannya yang menyerukan konsolidasi untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto bukanlah bentuk makar, namun bagian dari sikap politik

"Pertanyaannya apakah ucapan saya itu bisa disebut makar? Saya tegaskan itu bukan makar, tapi political engagement, yakni sikap politik atau sikap yang dinyatakan tentang isu politik di hadapan orang banyak. Politiknya dalam acara itu terutama berkaitan dengan kinerja Presiden Prabowo," kata Mujani dalam keterangan tertulis.

Ia menjelaskan sikap politik berada satu tingkat di bawah partisipasi politik atau tindakan politik. Partisipasi politik, kata dia, adalah inti dari demokrasi. Mujani mengatakan tidak ada demokrasi tanpa partisipasi politik.

"Partisipasi politik atau tindakan yang ditujukan untuk kepentingan umum bentuknya banyak. Misalnya ikut memilih dalam pemilu, ikut kampanye, ikut nyumbang partai atau calon, ikut aksi politik seperti demonstrasi, mogok, sabotase, dan lain-lain, yang dilakukan secara damai. Aksi menurunkan presiden secara damai adalah partisipasi politik. Itu demokrasi," ujarnya.

(fra/yoa/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]