Mendagri Kunjungi Tomohon, Tinjau Program 3 Juta Rumah MBR Berjalan

Kemendagri | CNN Indonesia
Jumat, 10 Apr 2026 18:30 WIB
Mendagri Tito Karnavian tinjau program 3 Juta Rumah di Tomohon. Ia dorong kemudahan perizinan untuk MBR dan yakini dampak positif bagi ekonomi daerah.
Foto: Arsip Kemendagri
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung pelaksanaan program perumahan rakyat di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Kamis (9/4) malam. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan Program 3 Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, berjalan optimal di daerah.

Dalam peninjauan tersebut, Tito didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti. Mereka mengunjungi Rumah Tapak Subsidi di Perumahan Grazia Residence 2 Tomohon.

Pada kesempatan itu, Tito bersama rombongan berdialog langsung dengan penghuni dan pengembang perumahan. Perumahan tersebut diketahui dimiliki oleh atlet bulu tangkis nasional Greysia Polii.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tito menegaskan bahwa program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah merupakan salah satu prioritas utama pemerintah.

"Kita tahu bahwa program perumahan ini salah satu program unggulan Bapak Presiden. Ini program prioritas," ujar Mendagri dalam dialog yang berlangsung informal tersebut.

Mendagri mengatakan, pihaknya bersama Menteri PKP telah berkeliling ke sejumlah daerah untuk menyosialisasikan program 3 juta rumah. Ia berharap langkah serupa juga dapat diikuti oleh pemerintah daerah (pemda) untuk mendukung implementasi program tersebut.

Dari sisi regulasi, Tito menyebut Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan aturan yang memungkinkan pemerintah daerah menggratiskan sejumlah perizinan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

"Dulu namanya IMB, Izin Mendirikan Bangunan, namanya PBG sekarang, sama kami sepakat sudah membuat dengan Pak Ara [aturan tentang PBG dan BPHTB bagi MBR], sudah ditanda tangan, itu juga kita nolkan juga," katanya.

Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan dapat mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat sekaligus memudahkan pengembang dalam membangun rumah subsidi.

Ia juga mendorong pemerintah daerah memberikan kemudahan layanan perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP), sehingga proses administrasi menjadi lebih cepat dan efisien.

Di sisi lain, Mendagri meyakini implementasi program perumahan tersebut akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Sebab, para pelaku usaha di sektor tersebut akan terdorong oleh dampak ekonomi yang ditimbulkan. Selain itu, secara tidak langsung hal tersebut juga akan memacu peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Ini namanya terobosan kreatif win-win. Semuanya untung. Saya kira gitu," tandasnya.

Usai meninjau perumahan subsidi, Tito dan rombongan melanjutkan kunjungan ke calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Tomohon. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

(ory/ory) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]