IPB soal Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa: Kasus 2024, Ada Mediasi

CNN Indonesia
Sabtu, 18 Apr 2026 01:30 WIB
IPB mendalami dugaan pelecehan seksual di Fakultas Teknik. Kampus berkomitmen untuk menangani kasus ini secara adil dan mendukung korban.
Ilustrasi. Pelecehan seksual di IPB. (Istockphoto/Coldsnowstorm)
Jakarta, CNN Indonesia --

Institut Pertanian Bogor atau IPB University sudah mendalami dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret mahasiswa di lingkungan Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT).

Direktur Kerja Sama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Alfian Helmi, mengatakan setiap bentuk tindakan yang merendahkan martabat, termasuk pelecehan berbasis gender, baik secara daring maupun luring, tidak dapat ditoleransi.

Berdasarkan hasil penelusuran awal, peristiwa itu terjadi pada 2024 di sebuah grup mahasiswa. Isi percakapan di grup itu memuat komentar yang tidak pantas terhadap seorang mahasiswi. IPB mengakui sedang diupayakan proses mediasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban mengetahui keberadaan grup tersebut dan telah berupaya menyelesaikan persoalan melalui mediasi yang difasilitasi oleh kakak tingkatnya," kata Alfian, mengutip detikcom, Kamis (16/4).

Alfian mengatakan IPB memahami proses mediasi sebelumnya belum sepenuhnya memenuhi rasa keadilan untuk korban. Kemudian, korban melaporkan secara resmi kejadian ini ke Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT) IPB University pada 15 April 2026.

"IPB University berkomitmen untuk memastikan proses penanganan berjalan lebih komprehensif, berkeadilan, dan berorientasi pada pemulihan korban," ungkapnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak kampus menegaskan sejumlah komitmen, di antaranya:

1. Menempatkan keselamatan dan pemulihan korban sebagai prioritas utama, termasuk pendampingan psikologis dan akademik;
2. Menindak tegas setiap pelanggaran kode etik mahasiswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
3. Menjamin proses penanganan yang objektif, transparan, dan akuntabel;
4. Mencegah segala bentuk intimidasi, tekanan, atau stigma terhadap korban maupun pelapor;
5. Memperkuat edukasi dan budaya kampus yang menghormati kesetaraan dan martabat setiap individu.

Sejak laporan pertama diterima kemarin, IPB telah melakukan langkah penanganan. Mulai penelusuran fakta dan pemanggilan pihak-pihak terkait, mengamankan bukti-bukti yang relevan, serta mengaktifkan mekanisme penanganan pelanggaran kode etik di tingkat fakultas dan institusi.

"IPB University mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan menghormati proses penanganan yang sedang berjalan agar kasus ini dapat terselesaikan dengan baik. IPB University juga mengajak seluruh warga kampus untuk bersama-sama menjaga lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan saling menghargai. Kampus adalah ruang belajar yang harus bebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi," sebutnya.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan oleh tangkapan layar group chat diduga milik mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem Institut Pertanian Bogor (IPB). Isi percakapan di grup itu menjurus ke pelecehan seksual. Pihak kampus pun langsung melakukan investigasi terkait dugaan itu.

Adapun unggahan percakapan pesan ini viral di media sosial X, sejumlah mahasiswa menyertakan kata sensitif merendahkan bagian tubuh perempuan dalam percakapan itu.

Alfian Helmi mengatakan pihak kampus mengecam perilaku merendahkan harkat dan martabat seseorang. Ia mengatakan IPB tengah mendalami kasus pelecehan seksual yang menjadi perbincangan masyarakat tersebut.

"Terkait adanya laporan dugaan kasus pelecehan seksual di kalangan mahasiswa yang diperbincangkan di media sosial, IPB University mengecam segala bentuk perilaku yang merendahkan harkat dan martabat manusia. Saat ini IPB University tengah melakukan langkah-langkah penanganan terhadap dugaan kasus pelecehan seksual dimaksud," kata Alfian.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/dal) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]