JK: Kasih Tahu ke Termul-termul, Jokowi Jadi Presiden karena Saya
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menegaskan perannya dalam perjalanan politik Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) hingga bisa menjadi memimpin negara. Dia juga menyinggung 'termul-termul' untuk membandingkan dengan perannya tersebut.
Hal itu disinggung JK kepada awak media di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
Pada kesempatan itu, JK memberi klarifikasi soal ceramahnya di Masjid UGM pada Ramadan lalu yang salah satunya menyinggung penanganan konflik di Poso dan Ambon. Ceramah JK itu dipermasalahkan beberapa pihak baru-baru ini, bahkan sampai dilaporkan polisi dengan tuduhan penistaan agama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penjelasan pada Sabtu lalu, JK awalnya menyebut polemik ceramahnya di UGM itu muncul setelah dirinya melaporkan Rismon Hasiholan dan menyinggung isu ijazah Jokowi.
"Saya tidak menuduh politis, tapi ini kenyataannya bahwa ini timbul setelah saya mengadukan Rismon dan kedua saya mengatakan bahwa ini sudah dua tahun rakyat ini berkonflik, bertentangan, saling mengadu, saling apa itu berteriak-teriak demo. Sudahlah Pak Jokowi, sudahlah. Kasih lihat ijazah saja. Itu saja," kata JK.
JK meyakini ijazah Jokowi asli. Ia mengatakan seharusnya Jokowi memperlihatkan ijazah agar masyarakat tidak terbelah soal isu itu.
Sebagai seorang senior--termasuk di jagat politik Indonesia--JK mengaku menyampaikan itu sebagai nasihat.
"Saya lebih tua dari dia, jadi sebagai orang yang lebih senior saya nasihati, mengerti? Banyak yang mengatakan apalagi Pak JK itu, Pak Jokowi kurang apa ke Pak JK sehingga begini? Apa saya tuduh enggak? Ada enggak saya tuduh enggak? Saya lawan enggak Pak Jokowi? Enggak," kata pria yang pernah menjadi Ketua Umum Golkar itu.
JK mengingatkan bahwa dirinya adalah salah satu yang membawa Jokowi ke Jakarta dari Solo untuk memenangkan kursi gubernur.
Menurut dia, saat itu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menolak Jokowi. Tapi, JK mengklaim dirinya membawa Jokowi ke Megawati dan mempromosikannya sebagai 'orang baik'.
"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi Gubernur. Saya bawa. Saya ke Ibu Mega, 'Ibu ini ada calon baik orang PDIP'. 'Ah jangan'. Saya datang lagi, akhirnya beliau setuju jadilah Gubernur," kata JK meniru percakapan dengan Megawati.
Ia mengatakan setelah menang dalam pilkada dan menjadi gubernur, Jokowi menemuinya untuk mengucapkan terima kasih.
"Apa kurangnya saya coba? Saya bawa ke Jakarta," kata JK.
"Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi Presiden karena saya. Kan tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden?" sambungnya dengan nada keras.
Termul adalah istilah di media sosial yang sering merujuk pada "Ternak Mulyono". Mulyono nama kecil Jokowi.
Cerita diminta Mega jadi Wapres dampingi Jokowi
JK juga bercerita, Megawati tidak mau menyetujui pencalonan Jokowi jadi presiden di Pilpres 2024 jika bukan dirinya yang menjadi calon wakil presiden.
"2 tahun dia gubernur [DKI], oke silakan, saya tidak campur, saya tidak pernah datang waktu Gubernur. Tiba-tiba jadi Presiden, saya bilanglah, eh belum cukup pengalaman jangan, nanti rusak negeri ini. Ah tapi Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya [calon wakil presiden pada Pilpres 2014]," kata JK.
Ia mengatakan Megawati ingin Jokowi berpasangan dengan dirinya karena pengalaman. Megawati meminta dirinya untuk membimbing Jokowi.
Saat itu, JK mengaku sudah ingin pulang ke kampung halamannya di Makassar.
"Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang jangan, 'Pak Yusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf' Ya bukan saya minta, bukan," kata JK.
"Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua itu buzzer-buzzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya," imbuh dia.
Dan, Jokowi-JK akhirnya terpilih pada Pilpres 2014 mengalahkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Jokowi-JK memerintah RI untuk periode 2014-2019. Pada Pilpres 2019, JK tak kembali mencalonkan diri. Sementara itu, Jokowi menggandeng ulama senior Nahdlatul Ulama, Ma'ruf Amin sebagai cawapres. Jokowi-Ma'ruf kemudian memenangkan Pilpres 2019, mengalahkan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.
Belakangan, Prabowo didaulat Jokowi jadi Menteri Pertahanannya. Lalu pada Pilpres 2024, Prabowo menggandeng putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres. Prabowo-Gibran menang Pilpres 2024 mengalahkan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
(yoa/kid) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]