Aksi Rakyat Kaltim 21 April, Massa Lumuri Pagar DPRD dengan Oli
Mahasiswa dan sejumlah massa dari berbagai organisasi masyarakat mulai memadati depan Kantor DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Samarinda, Selasa (21/4) hari ini. Orasi-orasi mulai disampaikan dalam aksi unjuk rasa 21 April itu.
Sementara itu, mengutip dari detikKalimantan, pagar depan Kantor DPRD Kaltim dilumuri dengan oli oleh sebagian massa aksi. Sementara itu di depan gedung wakil rakyat itu telah terpasang barikade kawat berduri. Petugas kepolisian juga sudah mulai berjaga di depan pagar.
Selain itu, kurang dari empat kilometer dari lokasi itu, Kantor Gubernur Kaltim pun dipasangi barikade kawat berduri dan dijaga aparat. Rumah jabatan Gubernur Kaltim pun terlihat dipasangi barikade kawat berduri.
Satlantas Polresta Samarinda menyiapkan rekayasa lalu lintas saat aksi unjuk rasa 21 April di dua titik, DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur. Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo mengatakan, pada 21 April aksi unjuk rasa pertama akan dilakukan di Kantor DPRD Kaltim. Siangnya, massa baru akan bergerak ke kantor Gubernur Kaltim.
Lihat Juga : |
Di depan kantor DPRD, orasi pertama aksi Rakyat Kaltim 21 April dibuka Forum Peduli Penyandang dan Atlet Disabilitas. Mereka menyampaikan tuntutan mereka terkait Bantuan Sosial Tunai (BST) hingga ketenagakerjaan.
Kemudian orasi kedua disampaikan organisasi masyarakat Dayak Paser dari Penajam Paser Utara.
Dalam aksi tersebut, sejumlah mahasiswa sempat memanjat papan iklan yang sebelumnya menampilkan gambar Ketua Dewan dan anggota DPRD. Mahasiswa merobek gambar tersebut dan menggantikan dengan spanduk buatan mereka yang bertuliskan tiga tuntutan.
Tiga tuntutan yang tertulis yaitu: audit seluruh kebijakan Pemprov Kaltim, setop praktik KKN di Kaltim, dan mendesak DPRD Kaltim segera bersikap dan menjalankan fungsi pengawasan secara total.
Di deretan depan menghadap polisi, terlihat massa dari forum disabilitas, disusul ormas hingga mahasiswa.
Baca berita selengkapnya di sini.
(kid/ugo)