Taksi Green SM Buka Suara soal Insiden Kecelakaan KA di Bekasi Timur
Perusahaan taksi Green SM Indonesia buka suara soal satu unit kendaraannya yang terlibat dalam insiden kecelakaan kereta di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4).
Dalam pernyataannya di Instagram @id.greensm, perusahaan taksi listrik tersebut menyatakan menaruh perhatian penuh pada insiden di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," demikian pernyataan resmi Green SM Indonesia.
Green SM Indonesia pun menyatakan akan berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan dan meningkatkan layanan secara berkelanjutan.
"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," demikian pernyataan itu.
"Kami akan terus memberikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi," lanjut pernyataan Green SM Indonesia.
Berdasarkan informasi terbaru KAI, kini sebanyak lima penumpang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta api jarak jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
"Update dari korban pada saat ini meninggal dunia itu lima. Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3," kata Dirut KAI, Bobby Rasyidin, seperti dikutip detikcom.
Sementara itu terdapat 79 orang penumpang mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi.
Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan korban serta percepatan penanganan di lokasi.
"Kami fokus pada upaya evakuasi dan penanganan korban dengan sekuat tenaga. Untuk penyebab kejadian, kami menyerahkannya kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam," ujarnya.
(dna)