Fakta-Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

CNN Indonesia
Rabu, 29 Apr 2026 07:16 WIB
Kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur melibatkan KRL dan KA Argo Bromo, menewaskan 15 orang. (CNN Indonesia/Taufiq Hidayatullah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).

Berdasar keterangan resmi Kementerian Perhubungan, insiden bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertabrak taksi Green SM di perlintasan sebidang JPL 85 di daerah Bulak Kapal. 

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Dampak peristiwa itu, petugas lalu memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

CNNIndonesia.com merangkum fakta dari peristiwa ini, berikut fakta-faktanya:

15 orang meninggal dunia

Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan jumlah korban tewas dalam kecelakaan kereta itu mencapai 15 orang per Selasa (28/4) siang

"Update sampai dengan jam 1 siang tadi ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat. Termasuk ada tiga yang tadinya terjepit bisa kita evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit," kata AHY di Stasiun Bekasi Timur.

Korban luka telah mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Korban perempuan dewasa

Kabasarnas Marsekal Madya Muhammad Syafii menyebut seluruh korban tewas akibat tabrakan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo dengan KRL merupakan perempuan dewasa.

"Saya melihatnya tidak ada (korban anak), semuanya sudah masuk kategori [perempuan] dewasa," kata Syafii.

Ia menyebut hampir seluruh korban tewas di gerbong KRL karena terjepit gerbong Lokomotif Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

"Adanya korban baik itu yang kita evakuasi dalam kondisi meninggal hampir semuanya karena terjepit," ujar dia.

Sopir taksi diperiksa

Polisi mengungkap nasib sopir taksi listrik online Green SM yang sempat tertabrak kereta hingga terjadi kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe menyebut supir taksi tersebut telah diamankan dan diperiksa secara intensif di Polres Metro Bekasi Kota.

"Pengemudi sudah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh Kasat Lantas," kata Sandhi.

Sandhi menjelaskan insiden itu bermula akibat adanya korsleting listrik di kendaraan taksi online elektronik di perlintasan sebidang tanpa palang pintu.

Ia menjelaskan mobil listrik yang korslet itu kemudian tertabrak oleh KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta. Akibat insiden itu, kata dia, menyebabkan terganggunya proses perjalanan kereta lainnya.

"Kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan mobil listrik sebenarnya hanya rugi material. Namun akibatnya, perjalanan kereta api lainnya terganggu, KRL yang menunggu proses evakuasi," katanya

Sandhi mengatakan informasi tabrakan kereta itu diduga belum sempat disampaikan secara menyeluruh kepada Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

Padahal, kata dia, Kereta Api Argo Bromo Anggrek sedang berjalan dengan kecepatan tinggi yakni 110 kilometer per jam.

"Akibat kurangnya informasi dan koordinasi tersebut, terjadilah tabrakan di stasiun Bekasi Timur lebih tepatnya yang mengakibatkan beberapa korban meninggal dunia," katanya.

Audit standar keselamatan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaudit ulang standar keselamatan operasional taksi listrik Green SM buntut peristiwa itu.

Audit dilakukan setelah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memanggil manajemen Green SM untuk dimintai klarifikasi pada Selasa (28/4), sehari setelah insiden yang menewaskan 15 orang dan melukai puluhan penumpang tersebut.

"Kami telah membentuk tim khusus ini untuk mendalami keterlibatan taksi Xanh SM termasuk sisi perizinannya, kelengkapan administrasi, pemenuhan standar keselamatan, hingga kepatuhan pada ketentuan operasional angkutan umum," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan dalam keterangan resmi di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Selasa (28/4).

Prabowo minta usut

Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan investigasi mengusut insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam

"Kemudian juga dalam kesempatan itu beliau (Prabowo) didampingi oleh Menteri Perhubungan dan Dirut PT KAI berdiskusi singkat dan mendapatkan laporan mengenai kejadian tadi malam dan beliau memerintahkan dilakukan beberapa langkah investigasi, tentu harus dilakukan," kata Mensesneg Prasetyo Hadi lewat rekaman suara, Selasa (28/4).

Selain itu, Pras menyebut Prabowo juga meminta sejumlah langkah antisipasi agar insiden seperti ini tak terjadi lagi.

Pras menyebut Prabowo sempat memeriksa tahun produksi kereta milik Indonesia.

"Dan juga beliau memutuskan untuk kita diminta menangani kurang lebih ada 1.800 perlintasan kereta api yang harus dijaga atau dibuatkan semacam flyover untuk memastikan jalur-jalur persimpangan atau perlintasan kereta api tersebut aman dari potensi terjadinya kecelakaan," ujar dia.

(yoa/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK