Jangan Tunggu Anak Sakit, Deteksi Dini dan Vaksinasi Itu Penting

Advertorial | CNN Indonesia
Rabu, 29 Apr 2026 14:40 WIB
Setelah menjadi orang tua, satu prioritas sekaligus sumber kekhawatiran adalah kesehatan anak
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah menjadi orang tua, satu prioritas sekaligus sumber kekhawatiran adalah kesehatan anak, terlebih ketika anak yang awalnya ceria tiba-tiba mendadak mengeluh sakit. Banyak gangguan kesehatan pada anak yang bisa dicegah atau ditangani lebih cepat lewat deteksi dini dengan membiasakan pemantauan rutin dan mengenali tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai.

Sebagai bagian dari dukungan kesehatan anak, Bethsaida Hospital Serang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan anak, serta layanan vaksinasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan usia anak. Melalui konsultasi dengan dokter, orang tua juga dapat memperoleh rekomendasi jenis vaksin serta jadwal imunisasi yang tepat sebagai langkah perlindungan kesehatan anak dalam jangka panjang.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang menekankan pentingnya periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sebagai fase krusial untuk membangun kesehatan anak sejak sebelum lahir hingga usia dua tahun.

"Intervensi pada ibu hamil dan upaya pemenuhan kebutuhan gizi terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta memastikan pertumbuhan tinggi dan berat bayi terus meningkat sesuai dengan usianya merupakan bagian penting dari upaya pencegahan stunting," ujar Budi, beberapa waktu lalu.

Tumbuh Kembang Anak: Tak Hanya Soal Berat Badan

Orang tua mungkin merasa anak baik-baik saja selama berat badan dan tinggi badannya sesuai. Yang harus diingat, tumbuh kembang anak tidak hanya soal fisik, tetapi juga mencakup perkembangan motorik, kemampuan bicara, respons sosial, hingga perkembangan emosional.

Keterlambatan pada salah satu aspek ini sering kali dianggap sepele. Jika gejala pada anak semakin cepat terdeteksi, semakin besar pula peluang si kecil untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Sejalan, dr. Muhammad Aidil Ilham, Sp.A selaku dokter spesialis anak di Bethsaida Hospital Serang, menekankan pentingnya pemeriksaan rutin untuk memastikan kondisi anak tetap berada pada jalur tumbuh kembang yang sesuai, sekaligus mencegah masalah kesehatan berkembang menjadi lebih serius.

Meskipun anak-anak memang rentan sakit, ada tanda awal yang kerap kali muncul lebih dulu dan sebaiknya tidak diabaikan, antara lain:

  • Demam tinggi lebih dari 3 hari atau demam yang berulang.
  • Batuk/pilek berkepanjangan hingga lebih dari 2 minggu.
  • Nafsu makan menurun drastis, sulit minum, atau tampak sangat lemas.
  • Diare atau muntah berulang yang berisiko menyebabkan dehidrasi.
  • Berat badan tidak naik sesuai usia atau justru menurun.
  • Anak tampak cepat lelah dan tidak seaktif biasanya.
  • Keterlambatan milestone, seperti belum berjalan atau belum bicara sesuai usia.

"Jika keluhan-keluhan tersebut menetap atau muncul berulang, segera bawa anak untuk berkonsultasi ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui lebih cepat dan penanganannya lebih tepat," kata dr. Aidil.

Alasan Tidak Menunda Vaksinasi Anak

Selain pemeriksaan rutin, vaksinasi juga merupakan langkah pencegahan penting lainnya. Vaksinasi membantu membentuk sistem kekebalan tubuh anak terhadap penyakit tertentu, seperti campak, polio, hepatitis, pneumonia, hingga influenza, sehingga dapat menurunkan risiko infeksi berat maupun komplikasi.

Faktanya, vaksinasi masih kerap ditunda karena khawatir anak demam atau rewel. Menurut dr. Aidil, reaksi anak tersebut merupakan hal lazim.

"Demam ringan atau nyeri di area suntikan setelah imunisasi adalah hal yang wajar, karena tubuh sedang membentuk antibodi. Yang penting, vaksin diberikan sesuai jadwal dan kondisi anak dipastikan dalam keadaan baik," pungkas dr. Aidil.

Menjaga kesehatan anak bukan hanya dilakukan saat anak sakit, tetapi juga melalui upaya pencegahan seperti pemeriksaan rutin untuk mengenali risiko lebih cepat, serta vaksinasi untuk melindungi anak dari penyakit menular.

(adv/adv) Add as a preferred
source on Google