Gangguan KRL, Penumpang Menumpuk di Stasiun Kebayoran dan Rawa Buntu

CNN Indonesia
Senin, 04 Mei 2026 20:09 WIB
Penumpang menumpuk di Stasiun Rawa Buntu. (CNN Indonesia/ Fahrul rozy)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jalur KRL rute green line atau Tanah Abang masih mengalami gangguan selain listrik padam akibat petir. Jalur Stasiun Kebayoran-Pondok Ranji banjir imbas hujan deras.

"Terdapat genangan air imbas hujan deras di antara jalur Stasiun Kebayoran-Pondok Ranji," tulis akun resmi @CommuterLine,  Senin (4/5).

Penumpang menumpuk di Stasiun Kebayoran

Menurut pantauan CNNIndonesia TV, akibat gangguan dan banjir, hingga pukul 18.56 WIB di stasiun Kebayoran penumpang tampak chaos dan menumpuk.

Tak hanya itu, petugas juga menahan jalur eskalator dan melarang penumpang untuk naik atau turun karena terjadi penumpukan orang.

Petugas juga mengabarkan bahwa ada informasi lanjutan soal gangguan tersebut bakal teratasi.

Adapun per pukul 18.24 WIB, pihak KAI Commuter menyampaikan perjalanan KRL Rangkasbitung PP saat ini dapat menggunakan satu jalur secara bergantian. Dijelaskan juga perjalanan KRL hanya sampai Serpong.

"KA 1757D (Rangkasbitung-Tanah Abang) Perjalanan hanya sampai Stasiun Serpong, kembali sebagai KA 1760D (Serpong-Rangkasbitung)," tulis KAI Commuter.

Penumpang menumpuk di Stasiun Rawa Buntu

Penumpang menumpuk juga terjadi di Stasiun Rawa Buntu, di mana ratusan penumpang terlihat memadati peron dan menunggu kereta dengan jadwal yang tidak menentu.

Gangguan mulai terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, saat percikan api terdeteksi pada instalasi LAA di lintasan Pondok Ranji hingga Sudimara. Demi alasan keselamatan, KAI Commuter langsung mematikan aliran listrik di jalur tersebut, sehingga perjalanan kereta tidak dapat dilalui untuk sementara waktu.

Sebagai upaya rekayasa operasional, perjalanan kereta dibatasi. Kereta dari arah Rangkasbitung dan Parung Panjang hanya beroperasi hingga Stasiun Serpong. Sementara itu, kereta dari arah Tanah Abang hanya melayani perjalanan hingga Stasiun Kebayoran.

Kondisi ini memaksa penumpang harus berganti kereta hingga dua kali untuk mencapai tujuan.

Situasi tersebut menyebabkan kepadatan tidak hanya di peron, tetapi juga di dalam gerbong kereta yang tetap beroperasi. Sejumlah penumpang mengaku harus menunggu hingga hampir satu jam akibat ketidakpastian jadwal.

Salah satu penumpang, Farsya, mengatakan dirinya harus berganti kereta dua kali sejak berangkat dari Tanah Abang. Ia juga sempat tertahan cukup lama di beberapa stasiun sebelum akhirnya bisa melanjutkan perjalanan.

Penumpang lain tujuan Jakarta, Dyah dan Fitri, memilih beralih ke moda transportasi lain karena kondisi stasiun yang semakin padat dan perjalanan yang belum kembali normal.

(dal/arl/tim/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK