Kades di Sidoarjo Ditemukan Tewas Terjerat Selang

CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 00:30 WIB
Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berinisial M meninggal dunia di kantornya sendiri atau balai desa setempat, Minggu (3/5) kemarin. Ilustrasi (iStock/aradaphotography)
Sidoarjo, CNN Indonesia --

Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berinisial M meninggal dunia di kantornya sendiri atau balai desa setempat, Minggu (3/5) kemarin. Jenazah ditemukan dalam kondisi leher terlilit selang air.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma mengatakan pihaknya langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi kejadian.

Berdasarkan keterangan kepolisian, jasad korban pertama kali ditemukan oleh saksi yang merupakan petugas kebersihan balai desa sekitar pukul 16.22 WIB.

Korban diketahui meninggalkan rumah sejak pagi hari. Hal ini diperkuat dengan keterangan anak korban yang menyebutkan bahwa sang ayah masih sempat menjalin komunikasi melalui pesan singkat sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

"Korban ditemukan saksi pertama dalam keadaan yang ditemukan di TKP sekira pukul 16.22 WIB. Ini juga kami sinkronkan kepada anak korban yang kami periksa kami keterangan bahwa korban meninggalkan rumah sekira pukul 10.00 WIB kurang, kemudian pukul 13.00 WUB masih me-WA anak korban," kata Siko, Senin (4/5).

Berdasarkan autopsi terhadap jenazah korban pada Minggu malam, hasil pemeriksaan luar dan dalam menunjukkan adanya bekas jeratan pada leher serta perubahan kondisi organ dalam yang konsisten dengan penyebab kematian akibat jeratan, tanpa adanya tanda-tanda kekerasan fisik lainnya.

"Pada pemeriksaan luar didapatkan satu ditemukan lebam kemerahan pada punggung leher yang hilang dengan penekanan. Kedua, ditemukan kaku mayat. Ketiga, tidak ditemukan tanda pembusukan. Keempat, diperkirakan waktu kematian 3 hingga 8 jam waktu pemeriksaan luar," ujar Siko.

"Ditemukan alur jeratan leher yang melintang dari sisi kanan leher sehingga sisi kiri leher sepanjang 40 cm yang mengarah ke atas. Pada pemeriksaan dalam ditemukan satu pelebaran pembuluh darah pada otak, paru-paru, jantung, dan usus. Ditemukan resapan darah pada otot leher dalam sisi kanan. Ditemukan patah tulang," tambahnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga korban melakukan bunuh diri atau mengakhiri hidupnya karena tekanan beban ekonomi.

Pasalnya, kata Siko, pihaknya menemukan adanya tanggungan utang-piutang dalam jumlah ratusan juta terkait transaksi jual-beli tanah serta pinjaman kepada warga setempat yang jatuh tempo dalam waktu dekat.

"Dugaan korban mengakhiri hidupnya yaitu pertama adanya permasalahan utang-piutang yang mempunyai tunggakan terkait jual-beli tanah yang memiliki utang sekira kurang lebih Rp270 juta yang seharusnya dilunasi pada tanggal 26 Mei bulan ini. Kemudian korban juga mempunyai utang kepada salah satu ketua RW di Buncitan kurang lebih sekitar Rp100 juta," ungkapnya.

Selain faktor utang, penyidik juga menemukan jejak digital pada ponsel milik korban. Dalam riwayat pencarian di internet, ditemukan M sempat mencari informasi mengenai berbagai metode untuk bunuh diri serta persoalan hukum agama terkait utang bagi orang yang sudah meninggal dunia.

"Korban hasil dari pemeriksaan handphone korban yang kami temukan bahwa korban juga melakukan searching atau memiliki history handphone pencarian," kata Siko.

Foto: Dok. CNNIndonesia
Disclaimer Kesehatan Mental - rev1
(fra/frd/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK