22 RT di Jaktim Banjir, Ketinggian Air di Bidara Cina Nyaris 2 Meter

CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 09:35 WIB
Banjir melanda 22 RT di Jakarta Timur dengan ketinggian air mencapai 195 cm. BPBD mengimbau warga waspada terhadap curah hujan tinggi dan potensi banjir.
Banjir di kawasan Bidara Cina, Jakarta Timur, tahun 2025 lalu. Banjir kembali menerjang Bidara Cina hari ini, Selasa 5 Mei 2026. (Foto: CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, sebanyak 22 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Timur hingga Selasa (5/5) pagi terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 195 sentimeter (cm) di titik tertinggi.

"Data genangan dan banjir di Kota Jakarta Timur hari ini kondisi sampai dengan pukul 06.00 WIB jumlah kecamatan terdampak ada dua, dengan kelurahan terdampak lima, meliputi 11 RW, 22 RT," kata Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kota Administrasi Jakarta Timur Rangga Bima Setiawan saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir mulai terjadi sejak Senin (4/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB dengan ketinggian air berkisar 30 sentimeter.

"Namun, air terus meningkat hingga pagi hari di sejumlah titik," ujar Rangga.

Wilayah terdampak tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Jatinegara dan Kecamatan Kramat Jati, yang mencakup lima kelurahan utama yaitu Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Balekambang, dan Cililitan.

"Penyebab banjir karena curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung," ucap Rangga.

Di Kelurahan Bidara Cina, tepatnya di RW 003, RW 004, dan RW 011, ketinggian air meningkat dari 30 cm pada Senin (4/5) pukul 20.00 WIB menjadi 175-195 cm lebih pada pukul 06.00 WIB. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah titik lain dengan kenaikan air yang cukup cepat.

Lalu di Kampung Melayu, tepatnya di Jalan Kebon Pala II RW 04, RW 05, dan RW 08 air semula 30 cm naik menjadi 100-120 cm. Sementara itu di Cawang banjir semula ketinggian 30 cm menjadi 40-80 cm.

Kemudian, di Kelurahan Cililitan air semula 30 cm naik menjadi 40-90 cm. Sedangkan di Kelurahan Balekambang semula 30 cm hingga saat ini sudah surut.

"Untuk sementara belum ada warga yang mengungsi. Warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil memantau kondisi air," jelas Rangga.

Dia menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak serta menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan air.

"Sedang ditangani oleh pihak kelurahan setempat bersama PPSU, tim TRC BPBD, Dinas Sumber Daya Air, Satpol PP setempat, Tagana, dan Gulkarmat," katanya.

Rangga mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

(antara/wis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]