Tito Optimistis Program Perumahan Rakyat Bakal Dorong Kemajuan Daerah
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian optimistis bahwa realisasi program perumahan rakyat akan mendorong kemajuan daerah secara tidak langsung. Ia yakin bahwa melalui program tersebut, dampak ekonomi yang ditimbulkan akan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal itu disampaikan Tito saat berdialog bersama pengembang di Gedung Ahmad Yani Raider 600, Kelurahan Manggar Baru, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (5/5). Ia menjelaskan, pemerintah pusat memiliki perhatian besar terhadap masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk di bidang perumahan rakyat.
Perhatian tersebut tercermin melalui kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi MBR. Menurut Tito, kebijakan ini perlu didukung oleh jajaran pemerintah daerah (Pemda).
"Dari segi tugas, menyelesaikan tugas pemerintah daerah mengatasi kemiskinan, makin banyak perumahan dibangun oleh pemerintah daerah atau developer itu akan membuat kemiskinan jauh menurun," kata Tito.
Adapun manfaat lain dari program tersebut adalah mengoptimalkan ekosistem perekonomian di sektor perumahan. Misalnya, lewat peningkatan aktivitas pengembang dalam memanfaatkan bahan baku konstruksi.
Di samping itu, program perumahan juga akan meningkatkan nilai ekonomi suatu daerah, terutama dalam pemanfaatan lahan. Dengan demikian, daerah dapat mengoptimalkan peningkatan PAD, antara lain melalui Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
"Jadi dari bangunannya, dari PBB, pajak bumi bangunan untuk seterusnya. Nah itu menguntungkan, PAD akan menguntungkan (bagi daerah)," tutup Tito.
(rea/rir)