Densus Gandeng Kampus Cegah Ancaman Radikalisme dan Terorisme

CNN Indonesia
Jumat, 08 Mei 2026 09:08 WIB
Ilustrasi terorisme. Densus 88 Antiteror Polri masuk kampus untuk bekerja sama mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi. (CNNIndonesia/Fajrian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri masuk kampus untuk bekerja sama mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi di kelompok remaja dan pelajar.

Salah satu kerja sama yang dilakukan Densus 88 yakni dengan kegiatan Dialog Kebangsaan yang digelar di kampus STAIN Majene, Sulawesi Barat, Kamis (7/5).

Kepala Satgas Wilayah Densus 88 Sulawesi Barat AKBP Soffan Ansyari menyebut perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk menanamkan ideologi kebangsaan serta mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme di kalangan generasi muda.

Ia menekankan pencegahan penyebaran paham terorisme memerlukan upaya bersama seluruh elemen masyarakat agar tidak ada celah sedikitpun yang bisa dimanfaatkan pelaku teror.

Menurutnya kewaspadaan terhadap penyebaran paham intoleran dan radikal harus terus diperkuat. Salah satu caranya yakni melalui edukasi di lingkungan pendidikan.

"Pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat nilai kebangsaan, toleransi, dan kewaspadaan terhadap penyebaran paham intoleran, radikal, dan terorisme guna menjaga stabilitas keamanan dan persatuan bangsa," tutur Soffan.

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Kontra Radikal Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri Kompol Ridjoko Suseno memaparkan perkembangan paham radikalisme serta pentingnya langkah pencegahan sejak dini, terutama di ruang digital dan lingkungan birokrasi.

Dia berharap dialog itu bisa membangun kesadaran kolektif masyarakat di mahasiswa agar dapat menjadi agen perdamaian dan persatuan

"Serta berperan aktif dalam upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap penyebaran paham intoleran, radikal, dan terorisme," jelasnya.

(tfq/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK