icon-close
FOTO: Erupsi Maut Gunung Dukono, Jalur Pendakian Ditutup Permanen Pemkab Halmahera Utara resmi menutup seluruh jalur pendakian Gunung Dukono pascatragedi erupsi besar, Jumat (08/05) pekan lalu, yang menewaskan satu WNI dan dua WNA asal Singapura. Larangan itu kini bersifat permanen, bukan sekadar imbauan. ANTARAFOTO/Andri Saputra
FOTO: Erupsi Maut Gunung Dukono, Jalur Pendakian Ditutup Permanen Ironinya, jalur pendakian Gunung Dukono sebenarnya sudah ditutup sejak 17 April 2026, tiga pekan sebelum tragedi terjadi. Namun para pendaki tetap nekat menerobos larangan tersebut, dan membayarnya dengan nyawa. ANTARAFOTO/Andri Saputra
FOTO: Erupsi Maut Gunung Dukono, Jalur Pendakian Ditutup Permanen Saat erupsi, 20 orang sedang berada di puncak. Tujuh belas pendaki selamat. Dua pendaki Singapura, Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27), ditemukan tewas pada hari ketiga pencarian dalam posisi saling berpelukan, terimpit batu besar, hanya 13 meter dari bibir kawah. Satu WNI, Angel Krishela Pradita ditemukan lebih dulu, sekitar 50 meter dari kawah, tertimbun material vulkanik tebal. ANTARAFOTO/Andri Saputra
FOTO: Erupsi Maut Gunung Dukono, Jalur Pendakian Ditutup Permanen Proses evakuasi berlangsung tiga hari penuh di tengah erupsi yang masih fluktuatif, hujan deras, dan medan berbahaya. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan melakukan penggalian manual karena jasad tertimbun material vulkanik dengan kedalaman signifikan. ANTARAFOTO/Andri Saputra
FOTO: Erupsi Maut Gunung Dukono, Jalur Pendakian Ditutup Permanen Foto udara Gunung Dukono pada Selasa (12/5) memperlihatkan abu vulkanik yang masih mengepul tinggi di atas Desa Mamuya, Kecamatan Galela. Pemerintah kabupaten menegaskan pengawasan akan diperketat agar tragedi yang sama tak terulang. Jalur pendakian tidak akan dibuka selama aktivitas vulkanik masih berlangsung. ANTARAFOTO/Andri Saputra
icon-chevron-left
icon-chevron-right