Ade Armando: Saya Dengar Ada Suara di PSI Saya Harus Dikeluarkan

CNN Indonesia
Rabu, 13 Mei 2026 12:17 WIB
Ade Armando mulai blak-blakan soal alasan pengunduran dirinya dari PSI menyusul kasus hukumnya atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian.
Ade Armando mulai blak-blakan soal alasan pengunduran dirinya dari PSI menyusul kasus hukumnya atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian. CNN Indonesia/Thohirin
Jakarta, CNN Indonesia --

Pegiat media sosial sekaligus mantan politikus PSI, Ade Armando mulai blak-blakan soal alasan pengunduran dirinya dari partai menyusul kasus hukumnya atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian.

Ade telah resmi mundur dari partai pimpinan Kaesang Pangarep itu pada 5 Mei lalu lewat jumpa pers di kantor DPP PSI, Jakarta. Kala itu, dia menyebut pelaporan terhadap dirinya atas dugaan ujaran kebencian telah menyeret PSI terlalu jauh dan bisa menghambat elektabilitas menghadapi Pemilu 2029.

Namun, dalam wawancara siniar di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking pada Senin (11/5), Ade mengungkap fakta lain. Dia menyebut, sejak lama, memang ada pihak di internal PSI yang mendesak agar dirinya dikeluarkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau Anda bilang ada enggak tekanan gitu ya. Sebetulnya, saya udah dengar suara-suara di dalam PSI yang mengatakan bahwa saya harus diberhentikan, dikeluarkan," ujar Ade.

Ade telah mengizinkan wawancaranya untuk dikutip. Dalam pengakuannya, Ade menyebut ada pihak di internal partai yang menilai keberadaannya di PSI mengganggu re-branding partai tersebut, meski dia mengaku belum memahami sepenuhnya maksud citra baru PSI.

Namun, Ade misalnya mencontohkan, keberadaanya di PSI kini membuat partai dengan logo baru Gajah itu sulit diterima pemilih muslim. Dia mengaku telah mendengar bisikan dirinya tak lagi diterima.

Meski hingga kini, kata Ade, belum ada pihak yang berbicara langsung dan meminta agar dirinya keluar dari partai.

"Nah itu dikatakan bahwa saya sebaiknya tidak lagi berada di PSI. Itu saya sudah dengar walaupun belum ada orang yang ngomong langsung ke saya," kata Ade.

Di luar itu, dia menyebut PSI kini mulai mengalami perubahan demi memperbaiki elektabilitas partai untuk masuk parlemen. Padahal, di luar kasusnya, dia meyakini PSI akan masuk parlemen dengan bantuan Presiden ketujuh RI, Joko Widodo.

"Yang perlu dilakukan adalah menggunakan kekuatan Pak Jokowi itu untuk menarik para pendukung Jokowi untuk melirik dan mendukung PSI. Di situ yang mesti kita lakukan," katanya.

Ade menilai perubahan PSI lewat re-branding baru partai, telah meninggalkan nilai-nilai lama seperti pluralisme dan penghargaan terhadap kebhinekaan. Dia menyebut sejumlah kader baru partai untuk menggaet pemilih baru telah jauh di luar koridor.

"Masalahnya itu ditafsirkan dengan cara begini, pokoknya begitu ada keributan dengan kelompok yang menyebut mereka kelompok Islam ini harus langsung ditanggapi tapi dengan tidak cara yang elegan," kata Ade.

Dalam kasus hukumnya, Ade menyontohkan, respons PSI atau pihak luar yang menyebut dirinya mengadu domba tidak masuk akal. Padahal, dia hanya menyampaikan kritik terhadap pernyataan Jusuf Kalla dalam ceramah di UGM.

Menurut Ade, kasus tersebut menjadi puncak gunung es agar dirinya mundur dari partai, karena akan menghambat partai meraih suara pemilih Islam.

"Saya tidak ingin menyalahkan. Tapi ketika itu, PSI sendiri tidak mendukung saya jadinya. Karena tadi saya katakan, saya sudah dengar ada kalimat-kalimat Ade Armando mengganggu sekali, udah dilepasin aja," kata Ade.

Merespons itu, Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus mengingatkan Ade bahwa kini bukan lagi menjadi bagian dari partai. Sehingga, proses hukum terhadap dia sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi.

Sementara, terkait partai, Bestari menyebut bahwa Ade pasca Kongres terakhir di Solo tak pernah dilibatkan dalam aktivitas kepengurusan internal. Dia menyebut Ade hanya pengurus biasa.

"Menjadi penting untuk diketahui masyarakat umum juga bahwa armando tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan PSI pasca kongres Solo. Sekedar anggota biasa yang kebetulan pernah diberi kesempatan untuk jadi Caleg PSI," ujarnya.

Bestari menyebut Ade sudah terlalu jauh masuk ke ruang yang tak pernah menjadi urusannya. Dia pun mengingatkan Ade agar mulai berintrospeksi diri.

"Ketimbang itu, ada baiknya saudara ade armando introspeksi diri dan menata diri sendiri dan tidak turut campur mengurusi institusi PSI dari sini dan ke depan," ujar Bestari.

(thr/gil) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]