Kemenag Minta Maaf soal Busana Adat Aceh yang Dipakai Menag

CNN Indonesia
Rabu, 13 Mei 2026 18:36 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar dikecam ucapkan salam bunda Maria pakai adat Aceh. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan permohonan maaf terkait polemik video ucapan menyambut Bulan Maria 2026 dari Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang mengenakan busana adat Aceh.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa pihaknya sangat menghargai kritikan yang masuk dan menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi ke depannya.

Thobib memastikan bahwa pihaknya sama sekali tidak berniat merendahkan nilai kesakralan dari pakaian adat Aceh tersebut.

"Kami menghormati respons sebagian masyarakat Aceh terkait baju yang dikenakan Menag dalam rekaman video greetings Bulan Maria. Saran yang disampaikan menjadi masukan perbaikan di masa mendatang," ujar Thobib mengutip lama resmi Kemenag, Selasa (12/5).

Thobib mengatakan bahwa proses pengambilan video tersebut sebenarnya berbarengan dengan agenda peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 lalu. Menurut Thobib, terdapat dua agenda pengambilan video sebelum upacara berlangsung, yaitu ucapan Hardiknas 2026 dan tayangan Bulan Maria.

Ia menyebutkan, Menag secara khusus memang memilih mengenakan pakaian adat Aceh untuk momen peringatan Hardiknas tersebut.

"Perlu kami sampaikan bahwa rekaman tersebut dilakukan bersamaan dengan persiapan upacara Hari Pendidikan Nasional. Saat itu, Menag didapuk menjadi Inspektur Upacara dan sesuai tema nasional, beliau mengenakan busana adat Nusantara, dalam hal ini baju adat Aceh," jelas Thobib.

"Keputusan mengenakan baju Aceh dalam upacara Hardiknas adalah bentuk penghormatan Menag terhadap identitas budaya Serambi Mekkah pada momen nasional tersebut," sambungnya.

Guna meredam kegaduhan di tengah masyarakat, Kemenag memastikan telah mengambil langkah perbaikan yang cepat terkait tayangan tersebut.

"Kami juga mohon maaf atas hal ini. Menag juga sudah melakukan rekaman ulang greetings Bulan Maria dengan tidak mengenakan baju adat daerah," ujarnya.

Polemik ini bermula ketika Menag Nasaruddin Umar tampil mengenakan pakaian adat Aceh dalam sebuah tayangan video ucapan menyambut Bulan Maria yang ditujukan khusus untuk umat Katolik.

Dalam Gereja Katolik, bulan Maria adalah bulan Mei. Selama bulan Mei, umat Katolik secara khusus mendedikasikan waktu untuk menghormati Bunda Maria, ibu Yesus, melalui berbagai devosi, doa rosario, dan ziarah.

Sebelumnya, LSM Gadjah Puteh mengecam keras pernyataan dan penampilan Menteri Agama RI terkait penggunaan pakaian adat Aceh beserta atributnya dalam konteks yang dinilai tidak menghormati nilai-nilai syariat Islam dan marwah masyarakat Aceh.

Mereka menilai bahwa pakaian adat Aceh bukan sekadar busana budaya, melainkan simbol kehormatan, identitas, dan nilai religius masyarakat Aceh yang dikenal sebagai daerah bersyariat Islam dengan mayoritas penduduk muslim.

(kna/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK