Enam Jemaah Haji Jawa Timur Meninggal Dunia di Tanah Suci
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya melaporkan sebanyak enam jemaah haji asal Jawa Timur meninggal dunia, per Rabu (13/5). Mayoritas jemaah dilaporkan wafat akibat gangguan pernapasan dan serangan jantung.
Berdasarkan data PPIH, keenam jemaah yang wafat di Arab Saudi tersebut berasal dari berbagai kloter dan daerah di Jawa Timur.
Jemaah Embarkasi Surabaya yang meninggal pertama ialah Kamariyah Dul Tayib (85) asal Kloter 8 Kabupaten Pasuruan. Ia mengembuskan napas terakhirnya di Hotel Maysan Al Harithia, Madinah, pada 26 April 2026 akibat Acute Respiratory Failure atau kegagalan pernapasan akut.
Kemudian, jemaah yang dilaporkan wafat pada hari yang sama, yakni 7 Mei 2026. Mereka adalah Abd Wachid (71) dari Kloter 7 Kabupaten Pasuruan yang meninggal dunia di RS Al-Noor Makkah karena mengalami Septic Shock, atau kegagalan organ dan tekanan darah menurun drastis.
Pada hari yang sama, Fajar Puja Sasmita (53) dari Kloter 11 Kota Malang wafat di RS King Faisal Makkah akibat Cardiogenic Shock atau henti jantung mendadak.
Sehari berselang, pada 8 Mei 2026, dua jemaah kembali dilaporkan meninggal dunia di Madinah. Sibiatun Saji (72) asal Kloter 33 Kabupaten Lamongan mengembuskan napas terakhir di Mouwasat Hospital Madinah karena Acute Respiratory Failure atau gagal napas.
Disusul oleh Mustika Rajim Diman (75) dari Kloter 47 Kabupaten Gresik yang wafat di Al Haram Hospital Madinah juga akibat Cardiogenic Shock atau syok karena kegagalan fungsi jantung.
Kemudian Suyono Reso (58), jemaah Kloter 62 asal Kabupaten Jombang, meninggal pada 9 Mei 2026 di RS King Faisal Makkah yang juga disebabkan oleh serangan jantung mendadak atau Cardiogenic Shock.
Selain keenam jemaah tersebut, kabar duka juga terjadi di tanah air. Jemaah atas nama Tini Atmin (56) dari Kloter 43 Kabupaten Gresik meninggal dunia di RSUD Haji Surabaya akibat penyakit jantung saat tengah menjalani perawatan intensif. Dia belum sempat bertolak menuju Tanah Suci.
"Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jemaah haji. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam.
Di samping kabar duka tersebut, Anam memastikan operasional keberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya secara umum berjalan lancar. Hingga Rabu (13/5), sebanyak 30.344 jemaah dan petugas telah diterbangkan ke Arab Saudi. Jumlah ini setara dengan 69 persen dari total rencana pemberangkatan sebanyak 44.080 orang.
Anam menegaskan pihaknya terus melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh tahapan operasional untuk memastikan keselamatan jemaah yang belum berangkat.
"PPIH Embarkasi Surabaya terus melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh proses operasional, mulai dari kedatangan jemaah, pemeriksaan kesehatan, pengisian manifes, hingga proses keberangkatan menuju Arab Saudi," tuturnya.