Waisak 2026 di Borobudur Diprediksi Dibanjiri Ribuan Umat

CNN Indonesia
Jumat, 15 Mei 2026 02:00 WIB
Perayaan Waisak 2026 di Borobudur diperkirakan dihadiri lebih dari 30 ribu umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia.
Ilustrasi. Candi Borobudur. (iStock/sihasakprachum)
Jakarta, CNN Indonesia --

Puluhan ribu umat Buddha dari berbagai daerah diperkirakan akan memadati kawasan Candi Borobudur untuk merayakan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 pada akhir Mei mendatang. Tingginya antusiasme peserta membuat perayaan tahun ini diprediksi menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono, mengatakan hingga pertengahan Mei 2026 jumlah peserta yang telah terdaftar mencapai sekitar 23 ribu orang dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Peserta datang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, Jakarta, Banten, dan paling banyak dari Jawa Tengah," kata Tanto di Semarang, Kamis (14/5) mengutip Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah, terutama menjelang malam pelepasan lampion yang menjadi salah satu agenda paling dinantikan dalam rangkaian Waisak.

"Biasanya pada hari H masih banyak yang datang langsung. Saat pelepasan lampion bisa bertambah hampir 10 ribu orang lagi," ujarnya.

Lonjakan pengunjung mulai terasa di kawasan Borobudur dan sekitarnya. Tingkat hunian hotel, homestay, hingga penginapan milik warga dilaporkan hampir penuh sejak jauh hari.

Menurut Tanto, dampak ekonomi dari perayaan Waisak turut dirasakan masyarakat sekitar, terutama pelaku usaha pariwisata dan kuliner.

"Dampaknya tentu besar untuk masyarakat, mulai hotel, homestay, warung makan, restoran, semuanya akan ramai menjelang Waisak," katanya.

Momentum libur panjang pada akhir Mei 2026 juga disebut menjadi faktor yang mendorong tingginya jumlah kunjungan tahun ini dibandingkan perayaan sebelumnya.

Salah satu sorotan dalam Waisak 2026 adalah perjalanan para Bhikkhu Thudong yang menempuh perjalanan kaki dari Bali menuju Borobudur sejauh sekitar 660 kilometer.

Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya, mengatakan sebanyak 60 bhikkhu mengikuti perjalanan spiritual tersebut, terdiri dari 50 bhikkhu asing dan 10 bhikkhu lokal.

"Tahun ini ada 60 bhikkhu yang ikut, terdiri atas 50 bhikkhu asing dan 10 lokal," katanya.

Puncak perayaan Waisak akan berlangsung pada 31 Mei 2026. Tahun ini, detik-detik Waisak jatuh pada sore hari, tepat pukul 15.44 WIB, sehingga susunan acara mengalami penyesuaian dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Prosesi dimulai sejak pagi dari Candi Mendut menuju Borobudur. Setelah detik-detik Waisak berlangsung pada sore hari, acara dilanjutkan dengan pelepasan lampion perdamaian dalam dua sesi mulai pukul 18.30 WIB, kemudian ditutup dengan pertunjukan sendratari pada malam hari.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap penyelenggaraan Waisak Nasional 2026.

Menurut Luthfi, Waisak bukan sekadar perayaan spiritual umat Buddha, tetapi juga menjadi simbol toleransi, persatuan, dan moderasi beragama di Indonesia.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata dia, mendukung seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari bakti sosial kesehatan, ritual spiritual, hingga prosesi puncak Waisak di Borobudur.

Luthfi juga memastikan dirinya akan hadir dalam rangkaian perayaan Waisak di Borobudur.

(tis/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]